Laporkan Masalah

Identitas sosial Tyang Ho'e dalam kelompok Reyog Ponorogo

HUDA, Muhammad Johan Nasrul, Dr. Faturochman, MA

2007 | Tesis | S2 Psikologi (Psikologi Sosial)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi tyang ho’e dalam mempertahankan identitas sosial positif pada saat berinteraksi dengan identitas sosial lainnya dalam rangka memperoleh makna dari eksistensi dirinya di tengah-tengah tekanan secara sosial maupun kultural. Menurut perspektif identitas sosial, individu akan berjuang untuk mencapai identitas sosial positif ketika merasa terancam. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi untuk melihat pengalaman subyek secara mendalam. Lokasi penelitian ini berada di desa Kauman/Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo tepatnya di kelompok reyog Pujonggo Anom. Subyek penelitian ini terdiri dari 3 subyek utama dan 13 informan pendukung. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dan wawancara secara mendalam. Hasil temuan penelitian ini didapatkan tyang ho’e dalam memperjuangkan identitasnya diupayakan melaui penigkatan kohesivitas kelompok dan strategi kreativitas sosial berupa redefinisi terhadap makna reyog sebagai rukun eling yakin ono gunane yang di dalamnya mengadung nilai-nilai kerukunan hidup. Interaksi sosial tyang ho’e dimanifestasikan melalui sikap toleransi dengan umat Islam, menjalin kerjasama dengan pemerintah dalam bidang budaya, dan berpartisipasi dalam partai politik Golkar. Untuk mempertegas eksistensinya tyang ho’e memaknai identitas sosialnya sebagai representasi pemelihara dan pelestari budaya Reyog Ponorogo.

This research aimed description strategies of tyang ho’e to maintain their social identity in social interaction and meaning for social identity under the pressure of cultural and social opinions. According to social identity’s perspective, when the individual is threatening will struggle positive social identity. This research is using the phenomenological approach of qualitative method in investigated subject experience. This research was located at Kauman/Sumoroto village Ponorogo’s city in Pujonggo Anom’s reyog cluster. The research’s subjects are three main subject and thirteen informant addition. The data collection technique are using observation, and depth interviews. Results of the research shows that way the efforts of tyang ho’e struggle in social identity by increasing group cohesion and social creativity strategy of reyog’s redefinition “Rukun eling yakin ono gunane”. Harmonious principal of tyang ho’e social identity is manifestated through tolerance and cooperate in social interaction with mosleem members, governments and political party. Tyang ho’e to be existence have meaning to their social identity as a representation of the maintenance and conservation in Ponorogo’s reyog culture.

Kata Kunci : Identitas Sosial,Eksistensi,Strategi Tyang Ho'e, tyang ho’e, existence, social identity, harmonious


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.