Laporkan Masalah

Peranan lingkungan kerja yang berorientasi Family-Supportive dan Work-Family Conflict terhadap kepuasan kerja karyawan perempuan di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

KUSUMANINGTYAS, Anggraini, Fathul Himam, M.Psi.,MA.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan lingkungan kerja yang berorientasi family-supportive dan Work -Family Conflict (WFC) dengan kepuasan kerja pada karyawati yang sudah menikah. Penelitian mengenai kepuasan kerja perlu untuk dilakukan karena karyawati yang tidak puas akan menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya motivasi, bolos, bahkan pindah kerja. Para karyawati yang sudah menikah umumnya mengalami WFC karena kesulitan untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab di pekerjaan dengan kehidupan berkeluarga. Oleh karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang berorientasi family-supportive yang diharapkan bisa menurunkan WFC serta meningkatkan kepuasan kerja para karyawati. Lingkungan kerja yang berorientasi family -supportive terdiri atas dua faktor, yaitu kebijakan perusahaan yang berorientasi family-supportive serta dukungan atasan. Faktor-faktor WFC adalah Work Interfere Family (WIF) yaitu tanggung jawab seseorang di pekerjaan mengganggu kehidupan keluarga seseorang, dan Family Interfere Work (FIW) yaitu kehidupan keluarga seseorang yang telah mengganggu seseorang untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Dari hasil penelitian terhadap 81 karyawati Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja yang berorientasi family-supportive dengan kepuasan kerja (r = 0,479), serta ada hubungan negatif yang signifikan antara WFC dengan kepuasan kerja (r = 0,333). Hasil analisis regresi stepwise menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang berorientasi family-supportive dan WFC mempengaruhi kepuasan kerja dengan memberikan kontribusi sebesar 28,7%. Di antara dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja tersebut, lingkungan kerja yang berorientasi family-supportive menjadi prediktor utama dalam kepuasan kerja.

A study was conducted to find out correlation between a family-supportive work environment and Work-Family Conflict (WFC) with job satisfaction among married female workers at Cicendo Eye Hospital Bandung. Research about job satisfaction need to be done because unsatisfied workers can lead to negative consequences such as demotivation, truant, even turnover. Married female workers usually experience WFC because they find it difficult to balance their work responsibility and family life. That is why a company must create a familysupportive work environment, because hopefully it could minimize the level of WFC so that job satisfaction of female workers would increase. A family-supportive work environment consists of two factor, a familysupportive company policies and a supportive supervisor. While WFC factors are Work Interfere Family (WIF), people who feel that their work responsibility has made them difficult to take care their family, and Family Interfere Work (FIW), people who feel that their family life has ma de them difficult to perform well at work. This study involved 81 female workers from Cicendo Eye Hospital Bandung. It can be concluded that there is a positive and significant correlation between a family-supportive work environment with job satisfaction (r = 0,479), and there is a negative and significant correlation between WFC and job satisfaction (r = 0,333). Result of stepwise regression analysis showed that a family-supportive work environment and WFC influenced job satisfaction with the contribution of 28.7%, and family-supportive work environment considered as the main predictor of job satisfaction for this research.

Kata Kunci : Kepuasan Kerja,Lingkungan Kerja, family -supportive work environment, Work-Family Conflict (WFC), job satisfaction, female


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.