Laporkan Masalah

Pemakaian Bahasa Jawa di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta :: Kajian Sosiodialektologi

ROHMATUNNAZILAH, Dr. Inyo Yos Fernandez

2007 | Tesis | S2 Linguistik

Meskipun DIY dianggap daerah yang menjadi tolok ukur pemakaian BJ standard namun tidak dapat diingkari terdapat variasi pemakaian BJ dengan pola yang bervariasi pada masing-masing TP. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan variasi pemakaian BJDIY dengan menggunakan variabel sosial, yaitu dari latar belakang pekerjaan, pendidikan, dan usia penutur BJDIY. Dengan mendasarkan diri pada perbedaan desa-kota, data penelitian diambil dari tiga Titik Pengamatan (TP); yaitu Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede yang terletak di Kota Yogyakarta (TP 1) yang mewakili TP kota, Desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman (TP 2), dan Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo (TP 3) yang mewakili TP desa. Penggalian data memanfaatkan alat penelitian berupa daftar kata Swadesh (hasil revisi Blust) yang memuat 200 kosa kata dasar baku yang dikembangkan menjadi 450 tanyaan dengan teknik pengumpulan data dengan mencatat dan merekam. Metode observasi-partisipatif dengan menerapkan teknik libat cakap (Sudaryanto). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis satuan lingual. Untuk melihat variasi digunakan metode padan dengan membandingkan data BJDIY dengan Bahasa Jawa Baku (BJB). Penyajian diuraikan dengan metode formal dan informal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) BJDIY memiliki 8 fonem vokal dan 21 fonem kosonan. (2) Pada tataran morfologis disimpulkan terjadi proses afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. (3) Pada tataran sintaksis disimpulkan bahwa berdasarkan fungsi yang berhubungan dengan situasi, pemakaian kalimat dalam BJDIY meliputi kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. (4) Variasi leksikal yang terjadi dalam BJDIY menunjukkan gejala onomasiologis, epentesis, metatesis, dan dissimilasi. Disamping itu, dalam BJDIY terdapat leksikon relik dan inovasi baik yang terjadi secara internal maupun eksternal. (5) Variasi tingkat tutur dalam BJDIY terjadi pada tingkat tutur ngoko, madya, dan krama dengan ditandai oleh variasi kata tugas, kata krama, penanda fonologis, morfologis, dan leksikal.

Although Javanese language in Special Region of Yogyakarta Province has been generally accepted as a standard language use of Javanese, as performed in Javanese cultural centre, but it is obviously that there are language use variations in specific form at its speakers’ point of location. On the basis of speakers’ social variables background, this study aims to describe the language usage variations according to the informant’s occupation, education and age, while according to their geographical location (ruralurban) it obtains data in 3 (three) observation points: Prenggan sub-district in Kotagede district of Yogyakarta City (TP 1) representing the observation point of urban; Sukoharjo village in Ngaglik district of Sleman Region (TP 2) and Pagerharjo village in Samigaluh district of Kulon Progo Region (TP 3) representing the observation point of rural. The data exploration has used a research instrument, i.e. Swadesh List (Blust’s revision) containing 200 new base-word items which developed into 450 questions in the form of words, phrases, and sentences by using field data gathering method (Ayatrohaedi). In order to get a familiar relationship with the informants for the sake of obtaining targeted utterances, this research has applied chat participative method (Sudaryanto). All inputs have been analized by using lingual units, while linguistic variations have been delved by applying matching method. Data presentation is performed in formal and informal method. For the conclusions, the research finds that: (1) BJDIY has 8 vowel phonemes and 21 consonant phonemes.; (2) In morphological aspects, word formation has been formed in affixating, reduplicating, and compounding process; (3) In syntactical level, sentences are grouped into 3 classifications: declarative, interogative, and imperative ones.; (4) The lexical variation in BJDIY shows the following linguistic phenomena: onomatiology, epenthesis, metathesis, and dissimilation. In addition, there are innovations and relic lexicons in BJDIY which occur internally and externally; (5) Speech level in BJDIY is performed in three degrees: ngoko, madya,and krama; and marked by imperative sentence variation, krama words, phonological, morphological and lexical marking.

Kata Kunci : Bahasa Jawa, Pemakaian, Sosiodialektologi, language use variations, speakers’ social variables, geographical location (rural-urban) variables, internal and external lexicon innovation and relic lexicon.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.