Laporkan Masalah

Analisis terhadap preferensi pemerintah Aljazair dalam kebijakan rekonsiliasi

ANGGITASARI, Ika, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2007 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional (Magister Perdamaian dan Res

Penelitian ini bertujuan untuk (1)memberikan gambaran umum tentang konflik di Aljazair dan dinamikanya, (2)mengetahui latar belakang dan sebab-sebab Pemerintah Aljazair mengambil opsi amnesti terhadap para pemberontak militan Islam dalam kebijakan rekonsiliasinya, dan (3)mengetahui dampak dari kebijakan amnesti tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana penulis menguraikan kronologi konflik dan perkembangan konteks politik di Aljazair melalui narasi yang didukung oleh data-data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga varibel yang melatarbelakangi Pemerintah Aljazair memutuskan untuk mengambil kebijakan amnesti dan tidak melakukan penuntutan dan penghukuman (retributive justice) bagi proses rekonsiliasi di Aljazair. Ketiga variabel tersebut adalah balance of power, preferensi penguasa dan kalkulasi strategi. Dan dampak dari kebijakan amnesti tersebut mampu mengurangi jumlah militan dalam jumlah yang signifikan yang berimbas pada membaiknya stabilitas kondisi keamanan di Aljazair serta tentu saja berdampak pada proses perdamaian di dalam negeri itu sendiri, meskipun Aljazair harus menuai kritik internasional akibat kebijakan amnestinya.

The goals of this research are (1)giving general description about conflict and its dinamics, (2)knowing the background and reason of Algeria government taking an amnesty policy option for islamic rebels in its reconciliation policy, and (3)knowing the effect of that amnesty policy. The method used in this research is descriptive qualitatif, which the author explains chronology of conflict and the growth of Algeria political context through the naration supported by secondary data. The result of this research shows there are three reasons why Algeria government deciding take amnesty policy and not doing retributive justice (to prosecute and punish) for reconciliation process in Algeria. They are balance of power, leadership preferences, and strategic calculations. And that amnesty policy has many effects. It can reduce the amount of militants or islamic rebels significantly so that stability and security condition in Algeria get better. And of course, it has many effects on peace process itself, although Algeria has to accept international critics because of its amnesty policy.

Kata Kunci : militan, amnesti, retributive justice, balance of power, preferensi penguasa, kalkulasi strategi, dampak amesti, militant, amnesty, leadership preferences, strategic calculations, effect of amnesty


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.