Laporkan Masalah

Persepsi ulama dan santri tentang Lembaga Keuangan Syariah serta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi wilayah :: Studi di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Bantul

WAHBAN, Noegroho Amien, SH.,M.Si

2007 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Lembaga Keuangan Syariah merupakan salah satu solusi dalam mengatasi praktik riba yang berkembang dalam berbagai lembaga keuangan yang ada di Indonesia. Memandang karakter dari kalangan tradisionalis sebagai kelompok Islam mayoritas, salah satu stategi sosialisasi lembaga keuangan syariah yang paling mengena dan tepat, terlebih dahulu melalui pintu para ulama atau kiai sebagai the sole leaders serta santri-santrinya. Hal ini disebabkan karena kecenderungan kaum Nahdyiin yang selalu menunggu fatwa para ulama dalam urusan keagamaan. Peran pesantren dalam hal ini ulama dan santri-santrinya dalam mengembangkan lembaga keuangan syariah dapat dilihat di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Bantul Yogyakarta. Oleh karena itu untuk mengetahui pengaruh dari Persepsi Ulama dan Santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Tentang Keberadaan Lembaga Keuangan Syariah Serta Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah Bantul, perlu diketahui terlebih dahulu profil dari Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak tersebut. Metode yang dipakai adalah model penelitian deskriptif dengan menggunakan fakta yang ada di lapangan dan dikaitkan dengan teori-teori yang mendukung penelitian ini. Data yang dikumpulkan adalah data primer (studi lapangan) dan data sekunder (studi kepustakaan). Metode deskriptif ini menggunakan teknik analisis data kualitatif, data-data yang mendukung penelitian akan dikonseptualisasikan, digeneralisasikan, dan dianalisis melalui suatu kerangka pemikiran. Dengan menggunakan metode tersebut, penelitian ini menjawab dua rumusan masalah yang telah diajukan. Keberadaan lembaga keuangan syariah ternyata mendapat respon yang beragam dari umat Islam. Ada yang sangat apresiatif dan tidak sedikit yang apatis. Menurut persepsi para ulama dan santri, adalah suatu keharusan, keberadaan lembaga keuangan untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera. Lembaga keuangan syariah yang berkembang telah dirasa memiliki misi yang sesuai dengan syariah Islam, istiqomah, mempunyai liquiditas serta memiliki kredibilitas dan profesionalitas dalam pengelolaannya. Oleh karena itu lambaga keuangan dapat berkembang secara pesat, apalagi dapat menyentuh masyarakat dari berbagai kalangan. Meski lembaga keuangan syariah didukung berbagai fihak, namun dalam perkembangannya lembaga keuangan syariah masih menemui berbagai kendala. Telah dapat dipastikan bahwa keberadaan lembaga keuangan syariah membawa implikasi terhadap peningkatan Ketahanan Ekonomi di wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Syariah Based Financial Institute is one of the solutions in dealing with riba practice wich has been developing in various financial Institutions in Indonesia. Since the Traditional society is the major Islamic Group, one of the most appropriate and right to the target stategy of Syariah Based Financial Institute socialization is though the sole leader kiai and their disciples. This is due, to the tendency that the Nahdyiin always wait for “order” from the leader in the term of religious matter. The role of Islamic boarding school especially the leaders and their disciples in developing Syariah Based Financial Institute can be seen in Al-Munawwir Islamic Boarding Schoool in Krapyak Bantul Yogyakarta. In order to know the influence of the sole leaders disciples influence on the existence of Syariah Based Financial Institute and its implication toward Bantul regional Economic Resilience, First the profile of Al-Munawwir Islamis Boarding School in Krapyak needs to be known. The metod used is the descriptive Research model by using the fact found in the field and related it to theories supporting this research. The data gathered are primary ( Field Study ) and the secondary data ( Library study). This descriptive method is using qualitative data analysis technique, the data supporting the research will be conceptualized, generalized and analyzed through a certain framework. By using this method, this research answers two problem formulations proposed. The existence of Syariah Based Financial Institute turns out to have various responses from the Moslems. Some are very appreciate but not few of them are very apatist, according to the sole leaders and Syariah Based Financial Institute Syariah Based Financial Institute the disciples perspective, it is a must for this Financial Institute to form prosperous just society. The growing Syariah Based Financial Institute has been felt to have missions that its the Moslem syariah, istiqomah, having Liquidity, credibility and profesionality in its management. Therefore the financial Institute can grow rapidly, and reach people of various economic classes. However, though being supported by meny sides, the development of Syariah Based Financial Institute skill ecounters many problem. Is has been known for certain that existence of Syariah Based Financial Institute has brought implication towards the increase of economic resilience in Bantul Residence.

Kata Kunci : Ketahanan Ekonomi Wilayah,Lembaga Keuangan Syariah,Persepsi Ulama dan Santri, eader of Islamic Religion and Disciples, Syariah Based Financial Institute, Regional Economic Resilience


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.