Kemandirian Koperasi dan impliksinya terhadap ketahanan ekonomi wilayah :: Studi di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan Jawa Timur
MULJONO, Sri Wahjanto Budi, Prof.Drs. Kasto, MA
2007 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalKoperasi yang mandiri akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat, diharapkan dapat membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Tingkat kesejahteraan yang baik dan pendapatan asli daerah besar akan membentuk ketahanan ekonomi wilaya h yang kokoh dan kuat.. Koperasi merupakan badan usaha yang didirikan oleh masyarakat dengan berpedoman pada Undang Undang Dasar 1945 yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Penelitian ini bertujuan mengamati bagaimana tingkat kemandirian koperasi di kecamatan Bandar dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi wilayah. Dalam menyelesaikan permasalahan ini peneliti menggunakan metode gabungan antara analisa kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Dengan mengambil keterangan dari anggota koperasi yang dijadikan sampel, data sekunder dari setiap koperasi kemudian dianalisa untuk mengetahui kondisi kemandirian koperasi di kecamatan Bandar kabupaten Pacitan. Untuk mengetahui ketahanan wilayah menggunakan analisa ketahanan nasional. Data sekunder yang diperlukan untuk pembahasan diperoleh dari koperasi dan laporan rutin kecamatan Bandar. Dari BPS kabupaten Pacitan diketahui pengeluaran perkapita perbulan standar garis kemiskinan adalah Rp 108.907,-. Di kecamatan Bandar sesuai laporan rutin kecamatan jumlah keluarga yang di bawah garis kemiskinan masih 1886 KK atau 19,40 % dan jumlah penduduk pada usia produktif yang mencari kerja ada 1159 jiwa atau 4,91 %. Hasil analisis kemandirian koperasi diketahui bahwa koperasi di kecamatan Bandar belum mandiri dan ketahanan ekonomi wilayahnya kondisi cukup. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian koperasi kurang berperan dalam mempengaruhi ketahanan ekonomi wilayah. Terwujudnya kemandirian koperasi di kecamatan Bandar dapat untuk meningkatkan keseja hteraan anggota dan masyarakat, mengurangi pengangguran serta dapat memberikan masukan kepada pendapatan asli daerah (PAD). Dengan demikian makin tinggi tingkat kemandirian koperasi di kecamatan Bandar dan didukung oleh faktor lainnya akan mempercepat terwujudnya ketahan ekonomi wilayah yang kuat dan tangguh menghadapi setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang datang baik dari dalam maupun dari luar .
Self reliant co-operations which will influence level public prosperity, are expected to be able to assist raising Local Genuine Revenue (PAD). High Level public prosperity and high Local Genuine Revenue (PAD) will build strong and sturdy economic resilience. Co-operation is business body built by public with guidance of 1945’s Constitution whose purpose is to increase member’s prosperity. This research’s goal is to observe level of independence of co-operation in kecamatan Bandar and its implication to economic resilience. To accomplish this problem, researcher applies combined method between qualitative descriptive and quantitative analyses. Primary data taken from member of co-operation as sample, secondary data taken taken from co-operation unit. These data then are analyses to know level of indepence of co-operation in kecamatan Bandar kabupaten Pacitan. Regional resilience is determined by applying Nasional resilience analyses. Secondary data obtained from co-operation unit and development routine report of kecamatan Bandar are needed for deliberate. From BPS kabupaten Pacitan is known the pooness line standard is Rp 108.907 perkapita permonth of expenditure. According to development routine report, in kecamatan Bandar, number of families which below the poorness line are still 1886 families or 19.40 % and the number of productive age looking for job are 1159 people or 4.91 %. The result of analyses in kecamatan Bandar’s co-operation are not self -reliant and economic resilience of kecamatan Bandar is moderate. This indicates that independence of co-opertation unable to play the role in influencing economic resilience of region. If self reliant co-operation in kecamatan Bandar are relized, then they can increase prosperity of member and pubilc, lessens unemployment and raise Local Genuine Revenue (PAD). Thereby the higher level of independence of cooperation in kecamatan Bandar, support by other factor the quicker strong and sturdy economic resilience be realized faces every threat, challenge, resistance and trouble coming either from inside nor outside
Kata Kunci : Ketahanan Ekonomi Wilayah,Kemandirian Koperasi,Independence of co-operation, Economic Local Resilience, Regional Resilience