Perubahan sosial dan implikasinya bagi ketahanan wilayah :: Studi pasca konflik di Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara
KAMISI, Mohtar, Prof.Dr. Kodiran, MA
2007 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPeristiwa berdarah dalam bentuk konflik horizontal yang terjadi dalam masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan antara tahun 1999-2000 telah menimbulkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dan pertahanan dan keamanan negara. Harta benda lenyap bahkan nyawa pun melayang. Inilah salah satu gambaran khas hasil penelitian ini, yang dikaji dan dianalisis melalui metode-metode penelitian yang akurat dan pembahasan yang memadai. Secara umum hasil penelitian ini merupakan sebuah kepaduan antara tinjauan, kajian, analisis dan pemaparan terhadap dua persoalan pokok yang mengemuka dalam rumusan permasalahan. Dua persoalan pokok yang dimaksud adalah mendeskripsikan dan memaparkan kondisi sosial masyarakat pasca konflik di Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara. Implikasi perubahan sosial masyarakat terhadap ketahanan wilayah Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara. Untuk mencapai hasil analisis yang demikian, penelitian ini ditempuh melalui metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengandalkan data primer dan sekunder yang diperoleh secara langsung di lapangan maupun melalui kajian data kepustakaan. Data primer dan sekunder tersebut kemudian dipadukan dalam satu kajian dan analisis yang akurat dan memadai guna menjawab pokok persoalan penelitian, sehingga arah dan tujuan penelitian merupakan rangkaian yang selaras antara awal pembahasan hingga penyajian hasil penelitian melalui satu kesimpulan yang padu. Hasil penelitian ini berhasil merangkum dua persoalan pokok penelitian. Pertama, terdapat perbedaan yang berarti antara kondisi sosial masyarakat pasca konflik. Sebelum konflik, kondisi sosial masyarakat masih tergolong stabil, namun sedikit terdapat indikasi kerawanan yang dipicu oleh tingkat pluralitas masyarakat dan adanya pemilahan antara warga pendatang dan warga asli. Pasca konflik, kondisi sosial masyarakat mengalami gejolak dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi sehingga berdampak pada intensitas lahirnya konflik-konflik baru yang berlatar belakang ekonomi, sosial, budaya, politik dan pertahanan dan keamanan, disebabkan semakin meningkatnya akumulasi kepentingan berbagai pihak yang memanfaatkan konflik untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Kedua, perubahan sosial masyarakat pasca konflik membawa implikasi nyata bagi ketahanan wilayah, ditandai adanya dampak dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta keamanan dan ketertiban. Implikasi yang tidak terelakkan adalah terjadinya pemisahan sebagian besar desa menjadi desadesa baru, terutama yang berada di pulau Manjioli, pulau Bajo, dan Pulau Sawangakar. Pasca pemekaran, pulau-pulau di Kecamatan Bacan masing-masing memiliki indikasi kuat untuk memisahkan diri dan berdiri menjadi wilayahwilayah administratif baru, yang ditunjukkan dalam berbagai reaksi seperti penolakan masyarakat di pulau Manjioli, Bajo dan Sawangakar terhadap para pejabat dari luar pulau untuk melakukan tugasnya, baik bidang pemerintahan, pendidikan, ekonomi maupun politik.
Bloody incident in the form of horizontal conflict which happened in South Halmahera Regency’s society in 1999 - 2000 had caused considerable damage and loss in economy, social, culture, politics, and defense and safety of the country. Property, even life was vanished. This is a typical picture of this study which is investigated and analyzed through accurate research methods and sufficient discussion. In general, the result of this study is an integration between observation, investigation, analysis, and description of two main problems proposed in the problem formulation. The two main problem formulations are to describe the social condition of society after the conflict in Bacan District South Halmahera Regency North Moluccas Province. Society's social change implication towards regional resilience in Bacan District South Halmahera Regency North Moluccas Province. In order to achieve the analyzes, this study was conducted through qualitative descriptive research study relies on primary and secondary data which were obtained both in field and through library research. The primary and secondary data then merged in one accurate and sufficient investigation and analysis to answer the problem formulation of the study. Therefore, the direction and goal of this study are harmonious series from the beginning discussion up to the result of the study, then the study result through one solid conclusion. The study resulted two main problems. First, there is a significant difference in the social condition of society after the conflict. Before the conflict, the social condition of the people was stable, however there was a slight indication of crime infested triggered by plurality level and differentiation between original and new comer people. After the conflict, the social condition of the society experience flaring up with high level of crime infested therefore it affects to the intensity of the birth of new conflicts with economy, social, culture, politics, and resilience background, caused by the increase of interest accumulation from various sides that exploit conflict for their self and group interest Second, the post-conflict social change has brought apparent implication towards area resilience. It is noticed by the existence of effect in economy, social, culture, politic, and defense and safety of the country. The unavoidable implication is the separation of villages to become new villages, especially in Manjioli, Bajo, and Sawangakar islands. After the spread, each island in Bacan District has strong indication to separate themselves and become new administrative area. This was shown in various reactions, in illustration were the rejection of people in Manjioli, Bajo and Sawangakar toward officials from outside island to do their job either in governmental, educational, economical, or political field.
Kata Kunci : Konflik, Perubahan Sosial, Ketahanan Wilayah, Conflict, Social Change, Regional Resilience