Laporkan Masalah

Peranan "Pela" dalam memelihara toleransi umat beragama pasca konflik di Kecamatan Saparua serta implikasinya terhadap ketahanan wilayah Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku

HOLLE, Johra, Prof.Dr. Kodiran, MA

2007 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Tesis ini merupakan bagian dari hasil penelitian lapangan mengenai pela, di mana Pela merupakan suatu ikatan atau hubungan persudaraan antara dua Negeri yang masyarakatnya berlainan Agama dan sistem interaksi mereka menampilkan solidaritas sosial yang dapat mewujudkan hidup yang damai. Hal ini perlu dikaji lagi karena pada beberapa tahun terakhir ini dimanifestasikan secara negatif oleh orangorang yang mempunyai kepentingan, dan untuk mengantisipasi berbagai gejolak yang mungkin terjadi tanpa adanya hubungan pela tersebut. Apalagi pada beberapa negeri bertetangga yang berlainan agama sering terjadi perselisihan yang menjurus kepada perkelahian antar negeri. Bagaimana peranan pela antara Negeri Siri Sori Islam yang beragama Islam dengan Negeri Haria yang beragama Kristen dalam memelihara kerukunan atau toleransi pasca konflik yang tadinya sebelum konflik hubungan itu terjalin dengan baik dan damai. Serta implikasinya tehadap ketahanan wilayahnya. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Saparua Maluku Tengah, dengan mengambil fokus pada dua Negeri, masing-masing adalah Negeri Siri-Sori Islam (Negeri Islam) dan Negeri Haria (Negeri Kristen) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan analisis terhadap penelitian ini, di peroleh temuan bahwa hubungan pela antara kedua negeri tersebut bernilai positip antara lain: kerukunan beragama, terciptanya sifat kegotong royongan, menciptakan persahabatan, bantuan ekonomi dan aspek ekonomi yang lainnya. Pasca konflik hubungan tersebut dari hasil penelitian tetap terjaga sampai dengan sekarang karna hubungan pela antara kedua negeri tersebut termasuk pela keras, pela tuni atau pela darah minum darah sehingga masyarakat tidak mungkin memutuskan hubungan pela tersebut begitu saja mengingat sumpah para datuk/nenek moyang siapa yang melanggar sumpah adat itu akan mendapat sanksi adat. Hubungan pela memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap ketahanan wilayah sistem pela menimbulkan inspirasi dan dampak positif bagi penduduk atau masyarakat kedua belah pihak sehingga ketahanan wilayah dapat terwujud. Secara nasional hubungan pela tersebut dapat mempengaruhi ketahanan nasional serta menjadi tangga awal dalam mendukung penghayatan pancasila, dan alat pemersatu bangsa untuk kelancaran pembangunan bangsa dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, hukum serta keamanan bangsa.

This study is carried out about Pela. Pela is a relationship between two communities which have different religion. The existence of Pela creates an interaction system which is aimed to achieve a peaceful life. Recently, there are some conflicting events triggered by contradiction of different religion. This raises a question whether Pela is still worth for the community. The purpose of this study is to examine the role of Pela in keeping peace the society post -conflict in Maluku province, especially for the Islamic community at Negeri Siri Sori Islam and Christian community at Negeri Haria in Maluku Tengah. Another purpose of this study is to explore the implication of Pela toward the regional resilience. The research shows that Pela, undeniably, creates positive values for the society i.e. the religion harmony, cooperativeness, friendship, economic support etc. The research also find that the role of Pela in a post-conflict situation in Maluku is still sustained. This is due to the relationship between the two community is belonged to Pela Keras, Pela Tuni or Pela Darah Minum Darah. Thus, it is impossible for them to cut off the relationship considering that their ancestor had pledge to give customary punishment for whoever the break the rules. In addition, Pela also considerably contributes to the forming of regional resilience the can affect the national development in social, culture, economic and security

Kata Kunci : Ketahanan Wilayah,Konflik,Toleransi Beragama,Pela Gandong, Tolerance of Religious Community, Conflict, Regional Resilience


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.