Laporkan Masalah

Kondisi demografi, sosial ekonomi dan kesehatan pemulung di TPA Piyungan, Yogyakarta

TRIASTIANTI, Rita Dewi, Drs. Alip Sontosudarmo, MS

2007 | Tesis | S2 Kependudukan

Seiring dengan bertambahnya penduduk bermunculan pemukiman kumuh dan bertambah pula volume sampah dari kegiatan sehari-hari yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Terjadinya pencemaran lingkungan di DIY selain disebabkan oleh kondisi alam juga pengaruh kepadatan penduduk, kondisi sosial ekonomi penduduk, prasarana kota dan kondisi sosial budaya. Disamping itu dengan meningkatnya jumlah penduduk akan menambah banyaknya limbah yang dibuang yang berujud sampah, baik sampah rumah tangga, sampah pertokoan, sampah industri dan sampah pasar. Dengan semakin meningkatnya jumlah sampah di kota maka muncul kelompok tenaga kerja (pemulung) yang memanfaatkan sampah sebagai sumber pendapatan. Tujuan penelitian adalah : (1) Mengetahui kondisi demografi, sosial ekonomi dan kesehatan para pemulung di TPA Piyungan, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pemulung sampah di TPA Piyungan, (3) Mengetahui faktor-faktor yang mendorong dan menarik pemulung beraktifitas di TPA Piyungan. TPA Piyungan terletak di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, dan mulai dioperasikan sejak April 1996. Penimbunan sampah dilakukan dengan Controlled Landfill. Metode yang digunakan penelitian tentang kondisi demografi, sosial ekonomi dan kesehatan pemulung di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Piyungan, yogyakarta dengan metode observasi. Sampel penelitian adalah para pemulung yang bekerja di TPA Piyungan sejumlah 100 responden dengan cara simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapat sebagai berikut : Kondisi demografi dilihat dari Komposisi umur pemulung yang paling banyak berada pada kelompok umur 25-44 pada prosentase 48%. Jenis kelamin pemulung menunjukkan bahwa jumlah laki-laki lebih dominan dengan prosentase 62%, Status kawin pemulung menunjukkan bahwa jumlah yang sudah kawin 61%, sedangkan kondisi sosial ekonomi dapat di lihat dari Tingkat pendidikan menunjukkan bahwa yang paling banyak adalah SD sebesar 60%, Pendapatan pemulung yang tertinggi prosentasenya sebesar 44% dengan pendapatan antara Rp. 300.000 – 599.999. Lama kerja pemulung 3-5 tahun 37%. Kondisi kesehatan di lihat dari adanya keadaan yang menyebabkan pemulung pernah sakit lebih dari 3 hari sebanyak 47%. Dari kegiatan pemulung keluhan penyakit yang tertinggi pada keluhan kulit sebanyak 40%. Faktor yang mendorong dan menarik pemulung beraktifitas di TPA Piyungan adalah kurangnya kesempatan kerja dan rendahnya tingkat pendidikan/keterampilann dan alasan ekonomi.

Because of the population growth, more slums have come to exist and the quantity of solid waste have increased which has brought about some environmental problems. The environmental pollution that has taken place in Yogyakarta is not only caused by the condition of the nature but also by the effects of the population density, the socio-economic and socio-cultural condition of the populatio, and the infrastructure of the city. The population growth has also caused the increase in solid waste including that which comes from hauses, shopping malls, traditional markets and industries. As the solid waste has increased, so has the number of people who earn a living by scavenging. The land disposal of Piyungan located in Sitimulyo village, Piyungan, Bantul, come into operation in April 1996. The dumping process over there is done through controlled landfill. The research of the demographical, socio-economic and health condition of the scavengers in Piyungan land disposal used observational method. There were 100 respondents involved in this research. The results of this are as follows : (1)In terms of demography, (a) 48% of the respondents aged between 25 and 44 years, (b) 62% of them are male, (c) 61% of them are married, (d) 60% of them are elementary school graduates, (e) 44% of them earn between Rp. 300.000. –and Rp. 599.999, (f) 37% of them have been sscavengers for 3 to 5 years while 26% of them for fewer than years.(2) In terms of health ; (a) 47% of them have been ill for over 3 days, 37% of them have been ill for fewer than 3 days, 16% of them have never been ill, (b) 40% of them have had skin diseases.(3) The factors affecting the amount of their income include age, marital status, work hours and the length of time they have been in their job.(4) The factors causing them to do their job in Piyungan land disposal include the lack of job vacancy, the poor quality of their education/vocation, and some economic reasons.

Kata Kunci : Lingkungan,TPA Piyungan,Pemulung,The Demographical, Socio-Economical and Health Condition of Scanvengers


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.