Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat dalam penyusunan master plan/RIP :: Studi kasus di kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi dan kawasan Rowo Jombor

NUR'AINNA, Ina Sita, Prof.Dr. Irwan Abdullah

2007 | Tesis | S2 Kajian Media dan Budaya

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan model partisipasi masyarakat yang dapat diterapkan dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan atau Master Plan suatu kawasan. Penelitian dilakukan dengan studi kasus pelibatan masyarakat dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) atau Master Plan Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi dan Master Plan Kawasan Rowo Jombor Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan data dikumpulkan melalui teknik pengamatan terlibat untuk melihat sikap masyarakat dan wawancara mendalam kepada informan untuk mengetahui persepsi, keinginan, dan kekhawatiran mereka sehubungan dengan rencana pengembangan. Selain itu, penelitian ini juga merupakan studi pustaka yang membandingkan dua buah dokumen yaitu Rencana Induk Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi dan Kawasan Rowo Jombor khususnya menyangkut beberapa hal. Pertama, bagaimana proses pelibatan masyarakat dalam penyusunan Master Plan di dua kawasan dengan latar belakang budaya yang berbeda tersebut dilakukan. Kedua, bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Master Plan tersebut dan dalam hal apa masyarakat dilibatkan dalam suatu rencana kegiatan pembangunan. Ketiga, apa manfaat yang dipersepsikan oleh masyarakat dengan adanya Master Plan di suatu kawasan. Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi akan dikembangkan sebagai Obyek Daya Tarik Wisata andalan yang memiliki nilai historis kejayaan kehidupan Budha Mahayana dan akan dijadikan sebagai Icon Provinsi Jambi. Master plan Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi memiliki arti penting bagi upaya penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan situs percandian sebagai sumberdaya budaya. Rencana Induk Pengembangan Kawasan Rowo Jombor memiliki arti penting bagi pertanian, perikanan, pariwisata dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap rencana pengembangan suatu kawasan ternyata berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi budaya pada masyarakat yang bergiat di wilayah pengembangan dan sekitarnya. Oleh karena itu mempersiapkan masyarakat terhadap perubahan sosial yang mungkin terjadi mesti dilakukan. Masyarakat dapat mempersiapkan diri bila rencana pengembangan tersebut dikomunikasikan dengan baik. Penelitian ini berusaha mengungkap pentingnya status dan peran masyarakat dalam penyusunan master plan. Pada kenyataannya, seringkali pengembangan suatu wilayah kurang memperhatikan kepentingan masyarakat dan cenderung menjadikan mereka sebagai subaltern. Komunikasi yang terjadi seringkali hanya dalam bentuk sosialisasi. Idealnya, bentuk pelibatan masyarakat dalam rencana pengembangan dimulai dari pengumuman (public announcement), public hearing, dan konsultasi publik hingga partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan. Pengelolaan pengembangan suatu kawasan adalah suatu proses kegiatan yang mencakup kegiatan-kegiatan di bidang fisik maupun non fisik, sehingga pengelolaan pembangunan kawasan merupakan serangkaian kegiatan yang bersifat multi sektoral. Oleh karenanya, Rencana Induk Pengembangan ini merupakan produk bersama, dan masyarakat ikut terlibat dalam tahapan penyusunan rencana, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan.

This research is aimed to describe the social participatory model which can be applied in compiling Main Development Plan or a Master Plan of a region. This research is conducted with case studies of social participatory in compiling Main Development Plan or a Master Plan of Cultural Preserved Area of Muaro Jambi in Muaro Jambi Regency, Jambi Province and Rowo Jombor Area in Klaten Regency, Central Java Province. This research is applied to qualitative method. Data collection was done by using the participant observation technique in order to monitor the attitude of the society and in depth interview with informer to find out their perception, wishes, and worries related to development plan. Besides, this research is a divine manual study which compares two documents, Main Development Plan of Rowo Jombor Preserved Area and Master Plan of Cultural Preserved Area of Muaro Jambi specially for some things. First, how to do the process of social participatory in compiling both Master Plan which have different culture. Second, how is the level of social participatory in the process of compiling those Master Plans and in which condition are the society involved. Third, how is the perception of society to a Master Plan of an Area. Cultural Preserved Area of Muaro Jambi will be developed as a top Tourism Attraction Object with historical value of the greatness of Buddha Mahayana life and also will about to be the icon of Province of Jambi. Cultural Preserved Area of Muaro Jambi has significant meaning for research, conservation, and exploitation of temple sites as cultural resource. Preserved Area of Rowo Jombor has significant meaning for farm, fishery, tourism and ecology. The result of this research shows that every development plan of a region obviously affect to social, economic, and cultural life of society who lives or active in development area and surroundings. In that case, to prepare the society for the possibility of social transition is required. The society could be prepared if development plan was well communicated. This research is trying to reveal the importance status and the society role in compiling a Master Plan. Evidently, it is often that development plan of a region doesn’t concern the importance of society and tends to make them as subaltern. Communication often happened just in the form of socialization. The ideal is, forms of social participatory in development plan forms of social participatory for development plan, started with public announcement, public hearing, and public consultation until social participation in region developing. Managing the developmnet of a region is a pocess of activity including physical or non physical activities, creating a series of multi sectoral activities. That’s why, Main Development Plan is a working-together product, and the society is involved in compilation of planning, resembling, sepervision and maintenance stages.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Rencana Induk Pengembangan, Cagar Budaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.