Laporkan Masalah

Demokrasi Lokal :: Studi kasus praktek demokrasi dalam sistem Pemerintahan Marga pada eks Marga Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan

TRUMAN, Harry, Drs. Cornelis Lay, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah praktek demokrasi yang berjalan dalam sistem pemerintahan Marga, eks Marga Mulak Ulu Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.Yang menjadi subjek penelitaian ini adalah eks Marga Mulak Ulu yang ada di kabupaten Lahat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif historis dengan pendekatan kualitatif. Dimana data yang diperoleh dengan metode wawancara dan studi dokumentasi Untuk melacak praktek demokrasi dalam pemerintahan Marga Mulak Ulu penelitian ini menyoroti tiga hal terpenting yaitu rekuitmen pemimpin, pengelolaan sumberdaya bersama dan pengelolaan konflik. Ketiga hal tersebut dimaksudkan sebagai batasan untuk melihat praktek demokrasi yang berjalan dalam pemerintahan Marga Mulak Ulu. Penelitian ini menemukan bahwa demokrasi yang berkembang dalam sistem pemerintahan Marga adalah demokrasi komunitarian. Dimana demokrasi yang berjalan dalam pemerintahan Marga menekankan nilai kesetaraan, harmoni relasi sosial, solidaritas sosial dengan basis kolektivitas telah mampu bekerja untuk menjamin distribusi sumberdaya tersebar secara merata untuk kesejahteraan masyarakat di tingkat Marga. Atau dengan kata lain demokrasi dalam sistem pemerintahan Marga telah menjamin sumberdaya kekuasaan baik itu politik, ekonomi, sosial dan budaya telah didistribusikan secara merata kepada masyarakat Marga. Pertama, rekuitmen pemimpin ditingkat Marga, dalam pemerintahan Marga Pasirah dipilih secara langsung oleh masyarakat Marga namun pemimpin mereka dipilih dari mereka yang masih memiliki keturunan dengan Puyang (nenek moyang) mereka. Hal ini tidak terlepas dari sikap ketradisonalan masyarakat Marga yang menilai segala kegiatan dianggap baik bila sesuai dengan norma-norma yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara turun menurun. Kebebasan individu dalam memilih pemimpin terkondisikan dan dibingkai oleh nilai dan praktek budaya di tingkat Marga. Kedua, pengelolaan sumberdaya bersama, Pemerintahan Marga memiliki kuasa penuh terhadap pengaturan kepemilikan tanah ditingkat Marga, mana tanah yang boleh digarap dan mana tanah yang tidak boleh digarap. Namun tetap dipergunakan untuk kepentingan bersama, yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarkat Marga. Konsep pengaturan ini mengisyaratkan bagaimana Pemerintahan Marga mampu melaksanakan fungsi produksi, distribusi dan redistribusi terhadap masyarakatnya. Ketiga, pengelolaan konflik, ikatan kekerabatan yang dibangun dalam masyarakat Marga telah menjamin komunikasi dua arah antar masyarakat Marga maupun dengan komunitas lain dalam penyelesaian konflik. Mekanisme-mekanisme penyelesaian konflik ini dibangun berdasarkan dialog dan musyawarah. Hal ini dilakukan mengingat dalam sistem pemerintahan Marga dikembangkan nilai dan norma kesejajaran sebagai anggota masyarakat Marga dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

This research aim to observe how democracy practice in Marga governance system, ex Marga of Mulak Ulu, Lahat regency, South Sumatra. The subject of this research is the ex Marga of Mulak Ulu in Lahat regency. This research use the historical descriptive analysis method with the approach qualitative. Obtained data with method interview and documentation study. To trace the practice of democracy in Marga governance of Mulak Ulu, this research highlights all important three things that is leader recruitment, management of resources and management of conflict. The third mentioned intended as definition to see the democracy practice in Marga governance of Mulak Ulu. This research find that democracy expanding in Marga governance system is communitarian democracy. Where democracy in Marga governance emphasize the equivalence value, social relationship harmony, social solidarity with bases of collectivity have been able to work for to guaranteed distribution of resources spread over of flattenedly for the prosperity of society in Marga level. Or equally democracy in Marga governance system have guaranteed resources of power such as politics, economic, social, and culture have been distributed flattenedly to Marga society. First, leader recruitment, in Marga governance Pasirah selected directly by Marga society but their leader is selected from them which still own the clan by Puyang (ancestors). This matter is not quit of Marga society traditional attitude assessing all activity thought well of if as according to norm which have been endowed by ancestors. Individual freedom chosening leader, in condition and framed by cultural practice and value in Marga. Second, management of resources, Marga Governance own the full of power to arrangement is ownership of Marga land, which land may be tilled and may not be tilled. But remain to be utilized for the importance of with, what its target for the prosperity of Marga society. Conception this arrangement signing how Marga Governance able to execute the function produce, distribution and redistribution to its society. Third, management of conflict, consanquinity tying builded in Marga society have guaranteed the communications two direction between the Marga society and also with the other community in solving of conflict. Mechanism solving of conflict is builded by pursuant to dialogued and deliberation. This matter is done because in developed Marga governance system of value and parallelism norm as Marga society and is esteeming each other one with other

Kata Kunci : Demokrasi Lokal, Sistem Pmerintahan Marga, Local Democracy, Marga Governance System


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.