Limitasi partisipasi masyarakat Nagori dalam proses pembangunan :: Studi kasus implementasi Program Bantuan Keuangan Nagori tahun anggaran 2006 di Nagori Simpang Panei, Nagori Marjandi, Nagori Bosar Kecamatan Panombeian Panei Kabupaten Simalungun
SARAGIH, Jurist Lushaben, Wawan Mas'udi, MPA
2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Meningkatkan kemampuan diri atau kemandirian masyarakat (to give ability) dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan dan meningkatkan “partisipasi masyarakatâ€, sehingga berhasil atau tidaknya suatu kebijakan dapat dinilai dari partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan keterlibatan masyarakat baik mental maupun emosional dalam setiap tahapan kegiatan pembangunan, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan kebijakan serta turut bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan tersebut. Tesis ini bertujuan untuk menggambarkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Program Bantuan Keuangan Nagori di Nagori Simpang Panei, Nagori Marjandi, Nagori Bosar Kecamatan Panombeian Panei Serta untuk memperoleh gambaran mengenai limitasi partisipasi (partisipasi terbatas) masyarakat dalam pelaksanaan Program Bantuan Keuangan Nagori tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang berkaitan dan memahami topik penelitian antara lain yakni ; Tim Pembina Kabupaten, Tim Pengendali Kecamatan, Tim Pelaksana Nagori, serta Masyarakat Nagori. Lokasi Penelitian yaitu di Kecamatan Panombeian Panei Kabupaten Simalungun. Dari hasil temuan di lapangan, penulis mengidentifikasi keterbatasan partisipasi masyarakat nagori dalam pembangunan dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yakni keterbatasan dari sisi birokrasi dan keterbatasan dari sisi masyarakat nagori. Dari sisi birokrasi, penulis melihat adanya inkonsistensi aparat dari tingkat pembina kabupaten, pengendali kecamatan, hingga kepada aparat pelaksana nagori. Hal ini memberikan pengaruh yang buruk bagi bertumbuhnya partisipasi masyarakat nagori. Dari sisi masyarakat nagori, penulis melihat bahwa kondisi kehidupan masyarakat yang lemah, baik secara materi maupun pengetahuan yang rendah, menjadi faktor umum yang menyebabkan masyarakat tidak mampu berpartisipasi secara optimal, atau dengan kata lain partisipasi masyarakat masih terbatas. Penulis menyimpulkan bahwa konsistensi terhadap ide partisipasi harus diimplementasikan dalam tiap tahapan perencanaan pembangunan partisipatif. Hal ini menjadi jaminan bahwa pembangunan yang dilaksanakan benar-benar mencapai tujuan sesuai dengan apa yang dirumuskan, terlebih lagi benar-benar dapat dipergunakan demi kemakmuran masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi saran bagi pihak pemerintah, dimana pemerintah masih dirasa perlu untuk memperbaiki kinerja baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dari segi kualitas, pemerintah perlu meningkatkan kemampuan dan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya, sedangkan secara kuantitas, pemerintah harus lebih aktif dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahannya. Demikian juga kepada masyarakat diharapkan mau dan mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam kerangka peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
To give ability or independence community can be achieve by grow and enhance the community participation, so that, we can know the success or not of one policy is from community participation. Community participation is the community involvement in mentality and emotional in each part of development plan, hoping that can give contribution to achieve the goal of a policy at once responsible in the goal achievement oh the policy. Participation also gives a chance for community to participated in make a decision that related with development planning. This thesis is aim to descibe the community participation in implementation of village financial subsidy programme in Simpang Panei Village, Marjandi Village, Bosar Village, at once aim to get description about the limitation of community participation in village financial subsidy programme. The methodology of this research is descriptive with qualitative approach. The election method use purposive sampling technique to determine informant that relate and understand the topic of this research, such as, regional leader team, district controller team, village executive team, and also the village community. This research located in Panombeian Panei District Simalungun Region. From the research in location, the researcher identify the limitation of community participation in development programme effect by two factors namely limitation by bureaucracy and limitation by village community. In bureaucracy, writer see that there is no bureaucrat consistency from regional leader level, district controller, until village executive. This case make a bad effect for community participation growing. In community, the writer see that the weak conditions from community life in material and knowledge, to become general factors that effect the community can not participate optimally or we can say that the community participation is limited. The writer conclude that consistency in participation idea must to be implement in each part of participating development planning. This thing become guarantee that the development planning achievement really accordance with the planning formulation, specially can be use for community welfare. This case both become suggestion for government, so that the government need to improve their quality and quantity in work. In quality, the government need to improve their abilty and understanding about their main jobs and functions, whereas in quantity, the government need to more active to do their jobs and governing function. Thus for the community in the hope that the community want and able to cooperate with the government to increase community welfare.
Kata Kunci : Pembangunan,Partisipasi Masyarakat,Bantuan Keuangan,Participation, Development, and Village Community