Laporkan Masalah

Perilaku memilih dalam Pilkada Langsung :: Studi kasus terhadap kemenangan A Hok di Kabupaten Belitung Timur

BANGSAWAN, Anugra, Drs. Haryanto, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Pelaksanaan Pilkada langsung pada tanggal 18 Juni 2005 di Kabupaten Belitung Timur menunjukkan fenomena menarik. Kemenangan A Hok yang berasal dari etnis Tionghoa, dan pemeluk agama Protestan di daerah yang dihuni mayoritas etnis Melayu Muslim membuktikan bahwa ikatan primordial tidak relevan dalam menjelaskan perilaku memilih di Belitung Timur. Selain itu, menurunnya loyalitas konstituen parpol pemenang pemilu legislatif tahun 2004 memberikan gambaran bahwa identifikasi kepartaian tidak lagi dominan dalam menentukan pilihan politik masyarakat. Fakta tersebut sekaligus mengantarkan A Hok sebagai Bupati definitif pertama di Belitung Timur untuk periode 2005-2010. Penelitian ini mengambil sampel di empat desa dalam wilayah Kecamatan Manggar sebagai obyek dalam penelitian ini. Pengambilan sampel empat desa tersebut bertujuan untuk menggambarkan tipologi pemilih pada segmen perkotaan, pinggiran kota, pesisir pantai, dan pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif dan eksploratif (eksplanatory research), dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun penentuan jumlah informen dengan menggunakan sistem purposive atau sesuai kebutuhan. Dari hasil temuan dan analisa dilapangan diketahui bahwa pemilih memilih A Hok dalam Pilkada langsung dipengaruhi oleh tiga variabel yaitu oreintasi isu, oreintasi kandidat dan oreintasi ekonomis. Perbedaan oreintasi pemilih tersebut lebih didasarkan oleh karakteristik pemilih pada masing-masing desa. Pada segmen pemilih di perkotaan lebih beroreintasi pada isu pendidikan dan kesehatan, serta penilaian terhadap track record kandidat. Segmen pemilih di pinggiran kota lebih beroreintasi pada isu perbaikan ekonomi, kemampuan kandidat, dan pertimbangan ekonomi. Sedangkan segmen pemilih di pedesaan umumnya lebih dipengaruhi oleh popularitas kandidat, dan pertimbangan ekonomi. Terkait dengan hasil temuan dalam penelitian ini, maka kontribusi teoritik yang disampaikan adalah perlu sekiranya bagi para campaign manager dalam mengusung kandidat memperhatikan model atau tawaran-tawaran kampanye yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Pada segmen perkotaan, pemilih lebih beroreintasi pada jaminan pendidikan dan kesehatan gratis. Pada segmen pinggiran kota, pemilih lebih beroreintasi pada tersedianya lapangan pekerjaan dan pemberian bantuan bagi usaha. Sedangkan pada segmen pedesaan, pemilih lebih tertarik pada figur kandidat daripada tawaran-tawaran kampanye. Umumnya, masyarakat pedesaan yang memiliki karakteristik seperti kolektivitas dan kekeluargaan yang tinggi, pendapatan dan tingkat pendidikan yang rendah, membutuhkan pendekatan yang sederhana dan mudah dimengerti dalam menawarkan program atau model kampanye.

Implementation of local direct election on 18 June 2005 in region of East Belitung show interesting phenomenon. Victory of A Hok coming from Tionghoa ethnical, and follower of Protestant religion in area of Malay-Moslem ethnical majority prove tying of primordial irrelevant in explaining behavior chosen in East Belitung. Besides that, downhill of it constituent loyalties political party winner of legislative general election on year 2004 giving picture that identifying party shall no longer be dominant in taking society politics choice. These facts at the same time bring to A Hok as first definitive Regent in East Belitung for period 2005-2010. This research takes sample in four villages at District of Manggar as object in this research. It aim to depict voters typology at urban segment, besides of town, coastal area, and rural. Research method which used is descriptive of explorative (explanatory research), with observation technique, documentation and interview. Addition, to determination of amount respondent by using system of purposive or according to requirement. From result of field analysis and finding known that voter chosen A Hok in local direct election influenced by three variables that is issue orientation, candidate orientation and economic orientation. Difference of the voters orientation more based by voter characteristic at each villages. Voters at urban segment more orienting to education issue and health, and also assessment to candidate track record. The voters segment at town more orienting to issue repair of economics, ability of candidate, and economic consideration. While voter segment in rural generally more influenced by candidate popularities and consideration of economic. Related to result of finding in this research, hence theoretical contribution require predict to all campaign manager in carrying candidate to pay attention adapted by campaign bargains or characteristic model of each area. At town segment, voter more orienting to education guarantee and free health. At beside town segment, voter more orienting to available of work field and giving of aid to effort. While at rural segment, voters more take an interest to candidate figure than campaign bargains. Generally, rural society which have characteristic like high familiarity and collectivity, low education level and earnings, requiring easy and simple approach understood in offering campaign model or program.

Kata Kunci : Pilkada Langsung,Perilaku Memilih,Etnis Tionghoa,Voting behavior, Tionghoa ethnic, and local direct election


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.