Sinergi Pemerintah dan Swasta Indonesia dalam Kerjasama Ekonomi Sub Regional (KESR) Indonesia-Malaysia-Thailand
JAMAAN, Ahmad, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Hubungan Internasional)Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana komitmen pemerintah Indonesia untuk bersinergi dengan sektor swasta dalam mengembangkan kerjasama ekonomi sub regional IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle). Sebagai kawasan yang tumbuh sebagai sebuah konsep baru di kawasan Asia Tenggara, kerjasama IMT-GT masih berkutat dengan sejumlah masalah seperti penyesuaian kebijakan politik, ekonomi dan sosial. Konsep kerjasama ini harus lebih diperjelas, sembari menyederhanakan proses pengambilan keputusan, serta mempersiapkan berbagai fasilitas infrastruktur terutama di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara anggota. Secara bertahap, kerjasama ini akan menghasilkan memberikan hasil maksimal bila sumber daya manusia yang ahli dan didukung oleh dana yang seimbang. Sebagai suatu kerjasama ekonomi, IMT-GT geraknya masih terbatas dan masih akan terus tumbuh berkembang mencari formasinya. Kerjasama ini tidak akan serta merta mampu dijalankan oleh sektor swasta, karenanya yang diperlukan adalah dukunga dan komitmen yang kuat dari pemerintah. Kerjasama ini akan berlangsung ideal bila pemerintah secara konsisten mempersiapkan aturan yang kuat dan baku sembari menyediakan berbagai infrastruktur penunjang kerjasama, yang memfasilitasi kelancaran pelaksanaan implementasi proyek kerjasama ini. Kemamuan dan tindakan politik pemerintah yang tidak sejalan, hanya akan mempersulit sektor swasta untuk menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak.
This research aims at identifying Indonesian public and private partnership, in sub region economic cooperation IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Griwth Triangle). IMT-GT already represent such a ‘new’ concept integration in Southeast Asia, but it still saddled with a number of political, economic, and social constraints. The concept needs to be better understood, complex decision- making structures have to be simplified, border formalities have to be established and the inadequacy of infrastructures has to be remedied. Addressing these concerns requires time, expertise, and financial resources. As an economic cooperation, IMT-GT recent and still evolving form of economic cooperation and an empirical evidence on operation is limited, but need have received strong backing and full commitment (political will and political action) from participation government. This research finding show that there are keys success for implementing IMTGT, well infrastructure, consistency interest of regulation, and facilitate provide by government, to run private as a motor in growth triangle. Political will and political action - problem in implementation in Indonesian development – should be find in a row. On the contrary, private sector slow run in implementation of the project, while inconsistency of thought that functions by government.
Kata Kunci : Kerjasama Ekonomi,Indonesia Malaysia dan Thailand,Sinergi, partnerships, private, public services, Indonesia-Malaysia- Thailand Growth Triangle