Laporkan Masalah

Ecolabel sebagai bentuk proteksionisme baru :: Case Study Pemblokiran kayu bersertifikasi Ecolabel dari Indonesia oleh Uni Eropa

HAQQI, Halifa, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Hubungan Internasional)

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bagaimana ecolabel sebagai bentuk proteksionisme baru dan bagaimana kebijakan ecolabel Uni Eropa berubah menjadi proteksionisme baru. Argument yang pertama adalah ecolabel menjadi bentuk proteksionisme baru dengan mengkaitkan pola yang ada dalam ecolabel dengan pola proteksionisme baru yaitu hambatan non tariff dan voluntary export restraint . Munculnya ecolabel bertujuan untuk mempermudah perdagangan terutama Negara-negara berkembang untuk memasuki pasar Negara maju. Tapi pada kenyataannya ecolabel mempersulit perdagangan, hal tersebut terbukti dari kasus pemblokiran kayu bersertifikasi ecolabel dari Indonsia oleh Uni Eropa. Hambatan non tarif yang digunakan berupa perbedaan instansi pemberi sertifikat serta criteria dan indicator ecolabel. Selain hambatan non tarif, kerjasama export sukarela (voluntary export restraint) yang digunakan negara maju untuk mengikat Negara berkembang. Argument yang kedua adalah kebijakan ecolabel Uni Eropa menjadi proteksionisme baru karena adanya pengaruh dari green consumer dimana mereka hanya mengkonsumsi barang-barang yang ramah lingkungan. Pengaruh yang kedua berasal dari partai hijau di Eropa yang gencar mengkampanyekan pembangunan berkelanjutan.

The purpose of this research for approving how ecolabel as form of new protecsionism and how ecolabel policy in European Union changed became new protecsionism. The first argument is ecolabel became form of new protecsionism related form of ecolabel and form of proteccionism. The raised of ecolabel is make trade easier especially for developing countries to incoming develop countries market. But in fact ecolabel make trade harder, it is improved from the case of blockade ecolabel certified wood from Indonesia by European Union. Non Tariff Barriers (NTBs) in that case is the different of certifier and criteria indicator ecolabel. Beside Non Tariff Barriers , the other form of new protecsionism is Voluntary Export Restraint(VER). VER is used by develop countries to fastener developing countries. The second argument is European Union ecolabel policy became new protecsionism because influence of green consumerism who only consume environmental friendly and suistanable goods. The second influence came from Europe Green Party who intensively campaign suistanable development.

Kata Kunci : Kebijakan Ecolabel,Uni Eropa,Kayu Indonesia, Ecolabel, New Protecsionism, Non Tariff Barriers (NTBs), Voluntary Export Restraint(VER)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.