The Kordiska's Perception of Pluralism
SEON, Chung Ye, Prof. Dr. Banawiratma
2007 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan AgamaDi Indonesia, konflik antar agama yang kian bermunculan dan terror bom telah menghantarkan pluralisme menjadi isu penting yang memerlukan perhatian khusus. Dalam rangka memahami potensi dan batasannya, perlu bagi kita untuk memahami gambarannya secara jelas, bagaimana isu tersebut ditafsirkan dan dipraktekkan dalam kenyataan. Guna memahami gambaran yang jelas mengenai pluralisme, tesis ini akan menguji sebuah organisasi pemuda Muslim KORDISKA (Kops Dakwah Islamiah Sunan Kalijaga) di UIN (Universitas Islam Negeri), Yogyakarta. Organisasi KORDISKA dipilih oleh penulis sebagai fokus penelitian ini, karena didalamnya kegiatan keberagamaan dan dialog antar umat beragama telah diadakan secara ekstensif. Organisasi inipun telah berupaya untuk membumikan pandangan pluralisme kepada anggotanya dan masyarakat pada umumnya. Melalui peneletian yang saya lakukan di KORDISKA, saya telah berupaya mencari jawaban untuk tiga pernyataan pokok: faktor apa sajakah yang yang membentuk pemahaman mereka mengenai pluralisme, bagaimanakah keanekaragaman pemahaman mereka mengenai pluralisme, dan idea apa yang sudah mereka cetuskan untuk mensosialisasikan toleransi dan hubungan yang harmonis antara umat Islam dan Kristiani. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, ada tiga faktor yang berperan penting dalam membentuk pemahaman mereka terhadap pluralisme: interaksi dengan non-Muslim, pendidikan formal dan kegiatan-kegiatan berbau pluralisme yang diadakan di KORDISKA. Hal-hal tersebut mengindikasikan bahwa istilah pluralisme ini bukanlah wawasan yang diwarisi secara alami, tetapi justru tertanam melalui pendidikan. Dan tanpa usaha-usaha yang dilakukan secara sadar, wawasan tersebut tidak akan dapat diterima dengan mudah oleh umat Islam. Kedua, para anggota KORDISKA memiliki pemahaman yang berbeda mengenai pluralisme. Perbedaan tersebut terungkap secara jelas dalam pendapat mereka yang menyatakan bahwa kebenaran juga milik agama selain Islam. Itu juga tampak pada partisipasi mereka dalam ritual-ritual agama lain. Mereka juga setuju dengan pernikahan antar umat beragama. Ketiga, mereka menekankan peranan budaya Indonesia dari pada ideologi pluralisme yang sesungguhnya sebagai cara untuk mengkampanyekan hubungan yang harmonis antar umat beragama. Menurut mereka, umat Islam di Indonesia harus mengembangkan tradisi budaya mereka, Gotong-Royong dan Bhinneka Tunggal Ika, untuk mewujudkan toleransi, perdamaian, dan kerjasama antar umat beragama.
In Indonesia, rising religious conflicts and booming terrors have made pluralism a critical issue that should be taken into serious consideration. In order to look at its potential and limitation, it is necessary to look at its concrete picture, how it is interpreted and practiced in reality. To grasp the concrete picture of pluralism, this thesis examines a Muslim youth association, KORDISKA (Kops Dakwah Islamiyah Sunan Kalijaga) in UIN (The State Islamic University), Yogyakarta. The KORDISKA is selected for this study, in that it has been engaged extensively in inter-religious activities and dialogues and has made efforts to spread pluralistic views to its members and the society. Through my research in the KORDISKA, I have attempted to find out answers to three key questions: what are the factors which shape their perception of pluralism, how diverse are their understandings of pluralism, and what do they suggest for promoting tolerance and peaceful relations between Muslims and Christians. The findings are as follows: First, there are three factors which play a central role in constructing their view of pluralism: interaction with non-Muslims, academic education and activities related to pluralism in the KORDISKA. This indicates that the notion of pluralism is not a naturally inherited but an educated one, and that, without conscious efforts, it cannot be easily received by Muslims. Second, the members of KORDISKA have diverse understandings of pluralism. The difference is clearly expressed in their views on the truth in other religions, participation in rituals of other religions and inter-religious marriage. Third, as ways of promoting inter-religious harmony, they emphasize the role of Indonesian tradition rather than an imported ideology of pluralism as ways of promoting inter-religious harmony. According to them, Muslims in Indonesia have to develop their own cultural tradition, Gotong-Royong and Bhinneka Tunggal Ika, to achieve tolerance, peace and cooperation in interreligious relations.
Kata Kunci : Puralisme,Toleransi beragama,Organisasi pemuda muslim, pluralism, relation between Muslims and Christians, KORDISKA, UIN, Yogyakarta and Indonesia