Pengaruh perubahan fungsi lingkungan terhadap kelestarian mata air sebagai sumber air bersih di kawasan cagar alam pegunungan Cycloop distrik Abepura Kota Jayapura
TRIONO, Riwan, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc
2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan LingkungaPenelitian ini berjudul Pengaruh Perubahan Fungsi Lingkungan Terhadap Kelestarian Mataair Sebagai Sumber Air Bersih Di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengkaji perubahan fungsi lingkungan selama 10 tahun terakhir, 2) menganalisis pengaruh perubahan fungsi lingkungan terhadap penurunan kualitas dan kuantitas mataair sebagai sumber air bersih bagi penduduk di daerah penelitian, 3) mengkaji potensi aliran mataair untuk memenuhi kebutuhan sumber air bersih bagi penduduk di daerah penelitian dalam kurun waktu 10 tahun yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei baik lapangan maupun instansional. Metode survei dalam penelitian ini menekankan pada survei data primer yang didukung dengan berbagai data sekunder. Data pada masing-masing obyek penelitian yang berupa mataair diukur dan dipilih secara purposive sampling. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran tentang nilai dan persebaran (spasial) dari masing-masing obyek penelitian. Data dalam penelitan ini meliputi debit, kualitas air secara fisik, kimia dan biologi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) di daerah penelitian telah mengalami perubahan fungsi lingkungan, yang ditunjukkan dengan berubahnya penggunaan lahan hutan berkurang dengan luas 186 Ha atau berkurang 3,7 %, lahan permukiman meningkat dengan luas 35 Ha atau 2,1 %, ladang/tegalan meningkat dengan luas 42 Ha atau 4,9 %, tanah terbuka / semak meningkat dengan luas 53 Ha atau 3,9 %. 2) perubahan fungsi lingkungan tersebut berpengaruh terhadap penurunan kualitas dan debit mataair, yang menunjukkan konsentrasi parameter coliform meningkat sebesar 190 - 429 MPN/100ml, sehingga melebihi baku mutu yang ditetapkan, sedangkan debit juga mengalami penurunan, untuk Mataair Kujabu sebesar 216 liter/detik, Korem sebesar 8 liter/detik dan Kampwolker mengalami penurunan sebesar 50 liter/detik. Rata-rata penurunan tiap tahun sebesar 9,8 %. 3) kebutuhan air bersih bagi penduduk di daerah penelitian rata-rata 100 ltr/hari/orang. Hasil prediksi tahun 2010 jumlah penduduk di daerah penelitian adalah 75,155 jiwa dengan kebutuhan air sebesar 7,515,500 liter/hari. Dengan melihat prediksi ketersediaan air pada tahun 2010 adalah sebesar 87 liter/detik atau sebesar 7,516,800 liter/hari, maka pada tahun 2010 merupakan titik rawan krisis air sehingga dapat diketahui bahwa pada tahun 2011 potensi aliran mataair untuk mensuplai kebutuhan air bersih bagi penduduk di daerah penelitian tidak dapat terpenuhi lagi.
This research presents the influence of environmental function change to springs continuity as a clean water source at Cycloop Natural Reservation Area, Abepura Distrik, Jayapura City. The aims of this research is 1) studying the environmental function change during last ten years, 2) analyze the influence of environmental function change to the reduction of springs quality and quantity which as clean water source for resident in research area, 3) studying the potency of springs’s stream to fill the need of clean water source ten years ahead for resident in research area. This research used survey method. It include field survey method, instantional survey method and laboratory analysis. The method of this research was emphasized to the survey of primary data which supported by various secondary data. Springs measured data in every research object were selected by used purposive sampling, and then it was analyzed quantitative descriptively to get the value and the spread (spatial) of every research object. The data type such as discharge and physically, chemically, biologically water quality. The result of this research shows 1) there were environmental function change at research area, which shown by the changing of forest landuse that decrease about 186 Ha or 3,7 %, settlement landuse increase about 35 Ha or 2,1%, dry field landuse increase about 42 Ha or 4,9%, open land or bush increase about 53 Ha or 3,9%. 2) The change of environmental function also caused degradation of the quality and the discharge of the springs, which shown by the increase of coliform concentration about 190-429 MPN/100ml and this value exceed the standard quality. The discharge also shows decrease value, for Kujabu springs about 216 liters/second, Korem about 8 liters/second, and Kampwolker about 50 liters/second. Average of the decrease about 9,8%. 3) The needed of clean water in research area about 100 liters/day/man. Prediction about the number of resident in year 2010 is 75,155 peoples, with the needed of water about 7,515,500 liters/day. By seeing the prediction of water needed in year 2010 about 87 liters/second or 7,516,800 liters/day, so that in year 2010 is a critical water point. From this things we know that the potency of springs’s stream in year 2011 can not be fill again to supply the need of clean water for the resident in research area.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Kawasan Cagar Alam,Kelestarian Mata Air, springs, protection area, cultivation area