Laporkan Masalah

Persepsi masyarakat terhadap rencana pemindahan Ibukota Kabupaten Bima dan implikasinya pada pengelolaan Lingkungan

IRMALASHARI, Dr. Luthfi Muta'ali, M.SP

2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan Lingkunga

Penelitian ini mengungkap tentang persepsi masyarakat terhadap rencana pemindahan ibukota Kabupaten Bima dan implikasinya pada pengelolaan lingkungan di Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji karakteristik sosial ekonomi masyarakat, tingkat pengetahuan, persepsi serta faktor yang berhubungan dengan persepsi masyarakat terhadap rencana pemindahan ibukota Kabupaten Bima dan terhadap dampak lingkungan yang akan ditimbulkan oleh kegiatan. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode survey dengan menggunakan kuesioner serta wawancara yang lebih mendalam kepada 136 responden yang merupakan kepala keluarga di Desa Talabiu. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Pemberian strata pada lokasi penelitian ditentukan berdasarkan luas wilayah lokasi penelitian. Lokasi pusat berada pada RT 4, 5 dan 6. Lokasi terdekat berada pada RT 3, 7 dan 8. Lokasi terjauh berada pada RT 1, 13 dan 14. Cara penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada tiap pertanyaan di kuesioner, untuk kemudian dianalisa dengan menggunakan uji anova serta korelasi statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada karakteristik sosial ekonomi masyarakat di lokasi pusat, terdekat dan terjauh. Pengetahuan masyarakat terhadap rencana pemindahan ibukota kabupaten Bima dan terhadap dampak lingkungan yang akan ditimbulkan oleh kegiatan cenderung tinggi yaitu sebesar 64,7%. Persepsi masyarakat terhadap rencana pemindahan ibukota kabupaten Bima cenderung netral (99,3%) dan negatif sebanyak (0,7%). Begitupun untuk persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan yang akan ditimbulkan oleh kegiatan cenderung netral (84,6%) dan negatif sebanyak (15,4%). Faktor yang berhubungan dengan persepsi masyarakat terhadap rencana pemindahan ibukota kabupaten Bima diantaranya adalah ketersediaan air, kesesuaian lahan, topografi lahan, pendapatan tenaga kerja, peluang kerja, perubahan populasi, perencanaan kebijakan pembangunan, alur jalan dan aturan pemanfaatan lahan. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan dampak lingkungan adalah jumlah anggota keluarga, vegetasi pepohonan, budidaya ikan di pertambakan, permukiman masyarakat, kondisi lahan, kondisi air, suhu lingkungan, keamanan masyarakat, moral dan keagamaan, harga lahan dan gaya hidup.

This research presents community perception about capital city movement planning and it implication to environmental management at Talabiu Village, Woha Sub District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province. The aim of this thesis is to find out social economic characteristic, knowledge, perception of Talabiu village community and also the related factor with community perception about capital city movement planning and it implication to environmental management. This research used survey method. Primary data was collected by used kuesioner and indepth interview from 136 respondents whose households of Talabiu Village. The respondent sample was selected with stratified random sampling method based on the regional wide of Talabiu village. The central location to be in RT 4,5 and 6 because it location has the most potency for development area. The closest location is at RT 3, 7 and 8 because it has the closest distance from the central location. The furthermost location to be at RT 1,13 and 14 because it has furthermost distance from the central location. Data input were done by gave value to every question in kuesioner, and then it analyzed by using Anova and statistical correlation. The result of this research shows that there was no difference among social economic characteristic of central location, closest and furthermost location. Community knowledge about capital city movement planning and it implication to environmental management tend to high (64,7%), community with the middle knowledge (27,3%) and with the low knowledge (8,1%). Community perception about capital city movement planning tend to neutral (99,3%) and negative as much (0,7%). Community perception about it implication to environmental management also tend to neutral (84,6%) and negative as much (15,4%). The related factor with community perception about capital city movement planning is availability of water, land suitability, land topography, employ’s labour, job opportunity, population change, planning of development policy, road grooves and landuse arrangement. While the related factor with environmental implication is amount of family member, vegetation, fish cultivation at embakment, society residential, land condition, water condition, environmental temperature, safety of society, religious and moral, land price and life style.

Kata Kunci : Rencana Tata Ruang Kota,Dampak Lingkungan,Persepsi Masyarakat,perception, knowledge, environmental implication, social economic characteristic


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.