Laporkan Masalah

Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Kabupaten Bantul

WIKANTADHI, Danang Agung, Prof.Dr.dr. KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup harus dilaksanakan pada setiap kegiatan agar terwujud kegiatan yang berwawasan lingkungan. Salah satu tantangan pengelolaan lingkungan adalah penanganan masalah persampahan. Sampah dapat dihasilkan melalui berbagai macam bentuk aktivitas maupun kegiatan. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pelayanan kesehatan yang diwujudkan melalui rumah sakit. Sampah Rumah Sakit memerlukan pengelolaan berbeda dengan sampah biasa karena beberapa diantaranya mengandung unsur B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Penelitian ini bertujuan mempelajari dan menganalisis faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pengelolaan sampah rumah sakit serta merumuskan strategi pengelolaan sampah rumah sakit yang berwawasan lingkungan. Penelitian dilakukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan metode observasi cross sectional dan analisis lintasan (path analysis) untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung masing-masing faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah faktor sosial-budaya melalui pengetahuan, sikap, motivasi, perilaku karyawan rumah sakit dan pengunjung, ketersediaan sarana memperoleh informasi pengelolaan sampah, dan kebijakan rumah sakit. Faktor ini juga mempunyai pengaruh tidak langsung melalui faktor abiotik (sarana dan prasarana) dan melalui faktor biotik (kegiatan surveilans, pencegahan, dan pemberantasan vektor penyakit). Tindakan perbaikan kualitas manusia (sosial-budaya) dengan cara pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana/dukungan sosial (social support), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) merupakan tindakan yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebelum tindakan seperti minimasi sampah, perlakuan jenis sampah, dan perbaikan sarana dan prasarana. Kegiatan terakhir adalah penanganan vektor yang penyakit dilakukan dengan tindakan pencegahan seperti survei dan identifikasi.

The environmental management implementation must be carried out in each activity in order to realize the activity that has an environmental perception. One of the challenges of environmental management is waste management problem. The waste could be produced through various activities. One of the activities is health service which is realized through the hospital. Hospital waste needs special treatment than domestic waste because some of them are contain of B3 elements (Hazardous and Poisonous Material). This research aims to study and to analyze environmental factors influencing the waste management, and formulating the hospital waste management strategy that have an environmental perception. This research was carried out in Panembahan Senopati Bantul General Hospital using cross sectional method and path analysis to know the direct and indirect effect each environmental factors. The most influencing environmental factor is social-culture through knowledge, attitude, motivation, employees and visitor behavior, availability of waste management information, and hospital policy. This factor also have the indirect effect through abiotic factor (material and equipment) and biotic factor (surveillance, prevention, and eradication of disease vector).The actions like quality improvement of humankind (social-culture) by hospital director approach (advocacy), social support development (social support), and community empowerment (empowerment) are better be carried out first before actions like waste reduction, special treatment for each type of waste, and improvement of waste management infrastructures. The last activity was the treatment of disease vector carried out by basic prevention action like survey and identification.

Kata Kunci : Lingkungan,Pengelolaan Sampah Rumah Sakit, hospital waste, environmental factor, management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.