Potensi ekosistem terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari Pasir Putih Kabupaten Situbondo
HAYUNI, Deni Sri Budi, Prof. S. Djalal Tandjung, M.Sc
2007 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian mengenai potensi ekosistem terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari Pasir Putih, Kabupaten Situbondo dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2007. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Pasir Putih, menilai potensi ekosistem terumbu karang untuk kegiatan wisata alam laut, dan mengetahui strategi pengembangan wisata yang ada. Penelitian ini dilakukan pada 4 sebaran terumbu karang di perairan Pasir Putih yakni lokasi Batu Lawang, Teluk Pelita, Karang Mayit, dan Kembang Sambi. Kondisi dan potensi terumbu karang diteliti dengan menggunakan metode transek garis sepanjang 25 meter. kriteria kondisi terumbu karang didasarkan pada tutupan karang hidup. Untuk menilai potensi terumbu karang untuk wisata alam laut, dikumpulkan data kemelimpahan dan jenis ikan karang dengan menggunakan metode sensus visual. Hasil penelitian menunjukkan dari 4 lokasi sebaran terumbu karang, lokasi Teluk Pelita merupakan lokasi dengan tutupan karang hidup yang lebih baik dibandingkan dengan 3 lokasi lainnya. Tutupan karang hidup di lokasi ini sebesar 50,61%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kecerahan perairan yang cukup tinggi (9,75 meter) sehingga mampu menunjang kehidupan karang. Lokasi yang berdekatan dengan Pos Pemantau Keamanan Laut juga ikut mempengaruhi terjaganya kondisi terumbu karang. Kesehatan terumbu karang pada lokasi Teluk Pelita juga ditentukan oleh kemelimpahan ikan karang yang besar (20,17 ekor/m2) dari kelompok ikan indikator. Lokasi lainnya adalah Karang Mayit dengan tutupan karang hidup 32,92% dan kemelimpahan ikan karang 22,79 ekor/m2; Batu Lawang dengan tutupan karang hidup 27,59% dan kemelimpahan ikan karang 10,58 ekor/m2; Kembang Sambi dengan tutupan karang hidup 22,49% dan kemelimpahan ikan karang 7,01 ekor/m2. Dari penilaian kondisi didapatkan bahwa potensi ekosistem terumbu karang di perairan Pasir Putih masih ideal untuk kegiatan wisata alam laut. Dari analisis SWOT didapatkan strategi yang diperlukan dalam kegiatan pengembangan adalah memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang seluas-luasnya.
Study about potencies of coral reef ecosystem for marine tourism development in Pasir Putih, Situbondo Regency was conducted from March until May 2007. The objectives of this study are studying the condition of coral reef ecosystem in Pasir Putih, valuing the potencies of coral reef ecosystem for marine tourism, and studying the development strategy for tourism. This study was conducted in 4 locations in Pasir Putih, Batu Lawang, Teluk Pelita, Karang Mayit, and Kembang Sambi. Coral reef condition and potency were studied with 25 meters line transect method. Criterion of coral reef condition was based on living coral coverage. For valuing the potency of coral reef for marine tourism, we collected data of abundance and species of reef-fish with visual census method. Result of this study showed that from 4 locations, Teluk Pelita has the best living coral coverage rather than the other 3 locations. This location has 50,61% living coral coverage. This condition was affected by a high water clearness (9,75 meters) which is able to support coral to live. Location which is close to Marine Security Monitoring Post also affects the stability of coral reef condition. The healthiness of coral reef in Teluk Pelita also determined by a large abundance of reef-fish (20,17/m2) from indicator group. Other locations are Karang Mayit 32,92% living coral coverage and 22,79/m2 of reef-fish abundance; Batu Lawang with 27,59% living coral coverage and 10,58/m2 reef-fish abundance; Kembang Sambi with 22,49% living coral coverage and 7,01/m2 reef-fish abundance. From the valuation of condition, we found that potency of coral reef ecosystem in Pasir Putih still ideal for marine tourism activity. From SWOT analysis we also found that strategy that needed on development activity is to maximize the strength-ness for widely use.
Kata Kunci : Ekosistem Terumbu Karang,Wisata Bahari, Coral reef, living coral coverage, reef-fish abundance, marine tourism, Pasir Putih