Laporkan Masalah

Analisis faktor lingkungan untuk penentuan dan zonasi daerah serapan air pada ekosistem kawasan karst di Kota Kupang dan sekitarnya

BAKO, Peters Oktovians, Prof.Drs. Suratman Worosuprodjo, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian ini berkaitan dengan penentuan dan zonasi daerah resapan air pada ekosistem kawasan karst yang menyebar di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis faktor-faktor lingkungan untuk menentukan sebaran tingkat resapan air; (2) menganalisis karakteristik hidrogeologi kawasan dalam hubungannya dengan sebaran lokasi-lokasi yang diprioritaskan sebagai daerah resapan air; (3) menganalisis bentuk-bentuk penggunaan lahan yang berkembang pada lokasi-lokasi yang diprioritaskan sebagai daerah resapan air; dan (4) menetapkan lokasi-lokasi yang direkomendasikan sebagai daerah resapan air terkait dengan penataan ruang wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder dilengkapi dengan survei lapangan. Analisis data sekunder dilakukan melalui analisis peta-peta dasar dalam penyusunan peta-peta tematik untuk setiap parameter lingkungan yang dianalisis. Survei lapangan dilakukan untuk melakukan pengecekan terhadap obyek-obyek yang terpetakan pada setiap peta dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah metode skoring dan teknik pertampalan (overlay) dari peta-peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lokasi penelitian didominasi oleh zona resapan air sedang seluas 1746,89 km2. Zona resapan air tinggi meliputi wilayah seluas 745,86 km2, sedangkan zona resapan air rendah hanya meliputi wilayah seluas 69,86 km2; (2) zona resapan air tinggi yang diprioritaskan sebagai daerah resapan air dapat mensuplai air untuk akuifer-akuifer karst yang berada di lokasi penelitian, kecuali akuifer karst yang terdapat pada Cekungan Bolok-Tenau-Namosain; (3) Sebagian lokasi yang diprioritaskan sebagai daerah resapan air merupakan daerah dengan aktivitas penggunaan lahan yang berpotensi mengurangi fungsi peresapan lahan dan meningkatkan potensi pencemaran airtanah; dan (4) semua lokasi pada zona resapan air tinggi seluas 745,86 km2 dapat direkomendasikan sebagai daerah resapan air pada ekosistem kawasan karst di Kota Kupang dan sekitarnya. Lokasi-lokasi tersebut dominan menyebar di bagian selatan lokasi penelitian, yakni pada wilayah Kecamatan Maulafa, Alak, dan Kupang Tengah.

This research is concerned with determination and spatial zoning of recharge area in karst ecosystem that spread in Regency of Kota Kupang and it’s surrounding. The objectives of this research are to: (1) analyze the environmental factors to establish the spatial distribution of the recharge rates; (2) analyze hydrogeology characteristic of the region on its relation with spreading of the locations that have priority as the recharge area; (3) analyze the landuse that develop in locations that have priority as the recharge area; and (4) establish the locations that can be recommended as recharge area in karst ecosystem in Regency of Kota Kupang and it’s surrounding. The research method adopted comprises a secondary data analysis that equipped with field survey. The secondary data analysis is conducted by basic maps analysis on arranging thematic maps of each environment parameters analyzed. The field survey is conducted to inspect the mapped object on each map with real condition in the field. Data analysis technique that used to respond the research objectives is scoring and overlay technique methods for thematic maps. Results of the research indicate the following: (1) the research location is dominated by a moderate recharge zone as width as 1746,89 km2. The high recharge zone spreads in location as width as 745,86 km2, and low recharge zone as width as 69,86 km2; (2) the high recharge zone that has priority as the recharge area can supply water to karst aquifers in the research location except the karst aquifer on Drainage Basin of Bolok-Tenau-Namosain; (3) The landuse that developed on some locations that has priority as the recharge has potency to reduce the function of recharge and increase potency of groundwater pollution; (4) All of locations in high recharge zone can be recommended as recharge area. These locations spread dominantly at district area of Maulafa, Alak, and Kupang Tengah.

Kata Kunci : Daerah Resapan Air,Ekosistem Kawasan Karst, Environmental Factors, Recharge area; Karst Ecosystem


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.