Sistem pendiagnosa gangguan Autis pada anak
WIDIANS, Joan Angelina, Dra. Sri Hartati, M.Sc.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Ilmu KomputerFakta menunjukkan kepada kita bahwa masalah anak autisme telah menjadi isu hangat yang dibicarakan oleh masyarakat dewasa ini. Pada gangguan autisme, anak mengalami gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi dan perilaku yang terbatas dan berulang yang muncul sebelum anak berusia tiga tahun. Kelainan perilaku ini terlihat dari ketidakmampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain. Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri. Para orang tua kadang tidak tahu kalau anaknya mengalami gangguan autis sehingga tidak tahu bagaimana cara mengetahui dan cara mengatasinya. Sehingga untuk mengetahui gangguan autis yang sedang dialami seorang anak dibutuhkan suatu sistem pakar. Penelitian ini mencoba untuk membangun suatu sistem pakar yang dapat melakukan identifikasi awal gangguan autis pada anak dengan melihat ciri-ciri gejala yang ada pada anak tersebut. Data masukan gejala dilakukan dengan memilih gejala-gejala yang diamati pada anak. Setiap gejala selanjutnya dikodekan dan dalam penggunaannya memiliki basis aturan dalam menarik kesimpulan dengan menggunakan Teorema Bayes. Proses ini menggunakan forward chaining /penalaran maju, aturan-aturan diuji satu demi satu dalam urutan tertentu. Saat tiap aturan diuji, sistem pakar akan mengevaluasi apakah kondisinya benar atau salah. Jika kondisinya benar, maka aturan itu disimpan kemudian aturan berikutnya diuji. Sebaliknya jika kondisinya salah, maka aturan itu tidak disimpan dan aturan berikutnya diuji. Proses ini akan berulang sampai seluruh basis aturan atau kaidah teruji dengan berbagai kondisi. Dari hasil penelitian menunjukkan sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan autis pada anak ini membantu psikolog atau paramedis hanya dalam melakukan diagnosa awal, serta dapat menunjukkan nilai-nilai kemungkinan pada tiap gangguan yang mungkin terjadi berdasarkan gejala-gejala tertentu. Kemudian pengelolaan basis pengetahuan akan lebih mudah dilakukan, sehingga dapat diorganisir dan dikontrol oleh pakar.
Fact shows to us that problem childhood autism disorder has become warmness issue discussed by public these days. At autism disorder, child is experiencing trouble in interaction of social, behavior and limited communications and behavior emerging before child of having age three years. Disparity of behavior seen from disability of social interaction with the others. Impress they live in his own world. The parents sometime didn't know if their child experiencing autism so that doesn't know how to know and the way to overcome. So, childhood autism disorder is required by an expert system. This research tries attempts to develop an expert system that able to diagnose childhood autism disorder by observing physical symptoms found on the child. Symptom input data is done by choosing symptoms observed at child. And then, is decoded and in its use has order bases in concluding by using Bayes Theorem. This process applies forward chaining, orders is tested one after another in certain sequence. When every order is tested, expert system will evaluate is the wrong or correct condition. If the condition correctness, hence the order is kept then the next order is tested. On the contrary if the condition is wrong, hence the order is not kept and the next order is tested. This process would be iterative until all order bases or method is tested with various conditions. The result of this research shows that the expert system will facilitate medical in order to diagnose, and also can show possibility values at every disease which possible happened pursuant to certain symptoms. Then, the management of knowledge bases will be easy to conducted, so that can be organized and controlled by the expert.
Kata Kunci : Sistem Pakar,Diagnosis,Autisme, diagnosing system, childhood autism disorder, forward chaining, Bayes Theorem