Laporkan Masalah

Aplikasi pengolahan data umat katolik menggunakan data tersebar pada Keuskupan Purwokerto

PRIATMOKO, Paulus Hendro, Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Komputer

Pendataan Umat adalah salah satu komponen dasar yang sangat vital di dalam Gereja, sebagai salah satu lembaga agama yang memiliki jumlah umat yang cukup banyak. Pendataan Umat yang teratur akan menghasilkan informasi yang cepat dan akurat, sehingga para petugas di lapangan terbantu dalam mengembangkan pelayanan bagi jemaat. Sampai saat ini, Gereja belum memiliki model pendataan umat yang teratur. Seluruh data umat masih diolah secara manual. Akibatnya, Gereja tidak dapat memberikan informasi dengan cepat ketika pastor dan umat membutuhkan nya. Selain itu, data yang ada tidak dapat dianalisa dan diolah lebih lanjut untuk keperluan yang lebih besar dan lebih penting. Oleh karena itu Gereja sangat membutuhkan aplikasi pendataan umat yang dapat memberikan informasi secara cepat. Data tersebut sekaligus dapat diolah dan dijadikan bahan pertimbangan untuk prediksi pelayanan kepada umat. Pendataan Umat yang berbasis data tersebar adalah solusi yang dapat membantu untuk menjawab kebutuhan Keuskupan Purwokerto yang memiliki 22 paroki. Masing-masing paroki juga memiliki umat yang cukup beragam. Pengelompokan paroki-paroki yang datanya diinput ke dalam beberapa server akan memudahkan sistem untuk dapat mengatur dan menganalisa data secara cepat sesuai dengan kebutuhan yang ada. Mekanisme sistem itu hanya dapat dijalankan kalau sistem yang dibangun berbasis data tersebar. Sistem pendataan umat berbasis data tersebar ini dapat memberikan informasi secara tepat kepada yang membutuhkan, sekaligus dapat mengolah data-data tersebut untuk kebutuhan yang lebih penting dan lebih luas.

A data bank of a congregation is a vital basic component in the church as a religious institution with a large number of congregations. The organized data bank provides fast and accurate information so that pastoral ministers will be helped in establishing ministry of the congregation. Up to now, the church does not have a model of setting up a data bank yet. All the data of the congregation are still processed manually. As the result, the church’s administration is not be able provide information quickly required by priests or congregations. Farthermore, the data is not easy to analyse and process for a greater and more important applications. Therefore, the church’s administration needs a computer based application for a data bank about congregation which can give an information quickly. That data also can be processed as a consideration in predicting ministries for the congregation. This research deals with distributed database for congregation data bank as the Diocese of Purwokerto has 22 parishes. Each parish has also a its own congregation. A group of parishes which have their data processed by many servers will make its system easier to organize and analize the data as quickly as needed. The mechanism can be put into operation only if a established system has distributed database. This system which have distributed database will be able to provide information accurately for everyone who needs it and helps also in processing these data for a wider and more important purposes.

Kata Kunci : data tersebar, data umat, paroki, keuskupan, distributed data, data of a congregation, parish, diocese


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.