Laporkan Masalah

Efektivitas area bebas rokok terhadap sikap dan perilaku merokok pegawai Puskesmas

YULIANTO, Eko, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si.,PhD

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Perilaku dan Promosi

Latar Belakang. Merokok merupakan salah satu permasalahan kesehatan di dunia termasuk di Indonesia yang dapat mempengaruhi kesehatan. Data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2001 menunjukkan bahwa prevalensi perokok aktif di Indonesia pada laki-laki umur 10 tahun ke atas adalah 54,5%, sedangkan perokok aktif perempuan 1,2%. Lebih dari separuh (52,1%) laki-laki umur 40 tahun ke atas merokok selama 30 tahun atau lebih dan 40% dari mereka merokok selama 21-30 tahun. Menurut data SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga) tahun 1995, jumlah persentase perokok di Jawa Barat adalah sebesar 58,9%, sedangkan persentase jumlah perokok di Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan hasil Survei Perilaku Kesehatan Remaja di sembilan lokasi PKRE (Pendidikan Kesehatan Reproduksi Esensial) tahun 2004 adalah sebesar 46,38%. Ada beberapa variasi dalam upaya pembatasan penggunaan rokok di tempat kerja, salah satunya melalui pelaksanaan regulasi dan hukum. Tempat kerja merupakan target yang cukup populer dalam meningkatkan aktivitas kesehatan di tempat kerja, khususnya dalam pembatasan penggunaan rokok. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas area bebas rokok terhadap sikap dan perilaku merokok pegawai puskesmas. Tujuan. Mengetahui efektivitas area bebas rokok terhadap sikap dan perilaku merokok pegawai puskesmas. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasi experimental design) dengan rancangan nonrandomized pretest-posttest control group design. Pengumpulan data dengan kuesioner tertutup, disusun secara berstruktur. Data tentang sikap dan perilaku dikumpulkan pada saat pretes dan postes (setelah 2 bulan sosialisasi). Analisis menggunakan uji statistik paired t-test untuk membandingkan 2 kelompok berpasangan dan uji univariate analysis covariance (anacova) untuk mengetahui kemurnian dari perlakuan yang diberikan dengan taraf signifikansi p=0,05. Hasil. Hasil statistik dengan paired-t test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kategori perilaku, baik pada kelompok intervensi maupun pada kelompok kontrol, dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dan pada kategori sikap dengan nilai p=0,000 (p<0,05), hasil statistik lain dengan univariate analysis covariance (anacova) menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada perilaku baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol, dengan nilai p=0,742 (p>0,05), sedangkan untuk sikap, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan nilai p=0,024 (p<0,05) Kesimpulan. Ada perbedaan sikap yang signifikan dalam merokok pada kelompok setelah pemberlakuan area khusus merokok pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol yang diberi media folder. Tidak ada perbedaan perilaku yang signifikan dalam merokok pada kelompok intervensi setelah pemberlakuan area khusus merokok dengan kelompok kontrol setelah pemberian media folder. Ada perbedaan yang signifikan pada sikap dan perilaku dalam merokok antara sebelum dan sesudah pemberlakuan area khusus merokok pada kelompok intervensi yang menerapkan area khusus merokok. Ada perbedaan yang signifikan pada sikap dan perilaku dalam merokok pada kelompok kontrol antara sebelum dan sesudah pemberian media folder.

Background: Smoking has negative impact on health and becomes one of health problems all over the world, including Indonesia. Data of National Social and Economic Survey 2001 indicated that the prevalence of active smokers in Indonesia among male of over 10 years old is 54.5%, whereas among female is 1.2%. More than half (52.1%) of male over 40 years old have been smoking for 30 years or more and 40% of them have been smoking for 21 – 30 years. According to data of Household Health Survey 1995, 58.9% of the household in West Java were smokers. Whereas according to the result of Teenage Health Behavior Survey in nine locations of Essential Reproductive Health Education 2004 46.38% of teenagers in District of Tasikmalaya were smokers. There are some variations in efforts to limit smoking at the working place such as the implementation of regulation and law enforcement. Working place is a popular target for improving health activities, particularly in the limitation of smoking. Therefore it is necessary to study the effectiveness of non smoking area to smoking attitude and behavior of community health center staff. Objective: To identify the effectiveness of non smoking area on smoking attitude and behavior of community health center staff. Method: The study was a quasi experiment with non randomized pretest – post-test control group design. Data were obtained through closed structured questionnaire. Data of attitude and behavior were collected during pretest and post-test (after 2 months socialization). Data analysis used paired t-test to compare 2 pair groups and anacova univariable to identify validity and truth of behavior shown at significance level p=0.05. Result: The result of paired t-test showed that there was significant difference of behavior both in intervention group and control group with p=0.000 (p<0.05) and attitude with p=0.000 (p<0.05). The result of anacova test showed that there was no significant difference of behavior both in intervention group and control group with p=0.742 (p>0.05), whereas there was significant difference of attitude in both intervention group and control group with p=0.024 (p<0.05). Conclusion: There was significant difference of attitude in smoking after the imposement of a special area for smoking among the intervention group and control group supplied with folder media. There was no significant difference of behavior in smoking among the intervention group after the imposement of a special area for smoking and among the control group after the supply of folder media. There was significant difference of attitude and behavior in smoking before and after the imposement of a special area for smoking among the intervention group which provided an area specially for smoking. There was significant difference of attitude and behavior in smoking among the control group before and after the supply of folder media.

Kata Kunci : Perilaku Merokok,Area Bebas Rokok,smoking, attitude, behavior, no smoking area


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.