Evaluasi rujukan obstetri terkait kematian perinatal di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat
YUNUS, Lalu Muhamad, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH,SpOG(K).,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar Belakang. Penerapan sistem rujukan merupakan elemen penting dalam mensukseskan Program Safe Motherhood. Komplikasi obstetri seperti perdarahan, persalinan kasep, infeksi, preeklamsia/ eklampsia, ketuban pecah dini, persalinan prematur dan lain-lain dapat mengancam keselamatan jiwa ibu dan janin/perinatal. Sebaliknya kematian dan kecacatan perinatal berkaitan erat dengan status kesehatan ibu selama kehamilan dan persalinan. Pelaksanaan rujukan obstetri yang sesuai dengan prinsip dasar rujukan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri secara dini dapat menjamin keselamatan jiwa ibu dan bayi. Data SDKI tahun 2003 menunjukkan bahwa sekitar 39 persen ibu dengan komplikasi persalinan melahirkan bayi mati dalam lima tahun terakhir sebelum survei. Anggka rujukan nasional sebesar 11 persen, sedangkan angka rujukan Kabupaten Lombok Tengah tercatat 7,3 persen dengan kematian perinatal 182 kasus (41% dari seluruh kematian bayi). Tujuan. Mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan rujukan obstetri berkaitan dengan kejadian kematian perinatal di Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Metode Penelitian. Penelitian observasional dengan desain studi Potong Lintang (cross sectional study). Subyek penelitian adalah ibu dengan komplikasi obstetri yang dirujuk dan melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Praya Kabupaten Lombok Tengah. Besar sampel yang didapat dengan menggunakan rumus dua proporsi adalah 88 sampel. Pengambilan sampel menggunakan metode acak bertingkat (stratified random sampling). Data diolah dengan program Stata dan dianalisa secara univariabel, bivariabel dan multivariabel. Analisis univariabel dengan distribusi frekwensi, bivariabel dengan Uji X² (kai kuadrat) pada 95% CI dan p<0,05, kekuatan asosiasi antar variabel dengan menghitung rasio prevalensi (RP). Kemudian multivariabel dengan uji regresi logistik. Hasil. Ibu hamil yang dirujuk tidak sesuai dengan prinsip dasar rujukan memiliki risiko sebesar 2,6 kali untuk terjadinya kematian perinatal dibandingkan dengan ibu hamil yang dirujuk sesuai prinsip dasar rujukan (p=0,000; RP=2,6 dan CI 95% 1,79-3,78). Kesimpulan. Ibu hamil yang dirujuk tidak sesuai dengan prinsip dasar rujukan dapat meningkatkan risiko kematian perinatal.
Background: Implementation of referral system is an important element in succeeding safe motherhood program. Obstetric complication such as hemorrhage, neglected labor, infection, preeclampsia/eclampsia, early membrane rupture and preterm labor can threaten mother and perinatal life, but they can be avoided by implementingearly obstetric referral in handling obstetric emergency cases. Perinatal mortality and disability are strongly related to maternal health status during pregnancy and labor. The improvement of care quality of pregnant mothers with pregnancy reduce perinatal mortality until 75 percent. 2003 IHDS data shws that, from pregnant mother with pregnancy and labor complication, 39 percent delivered stillbirth and 36 percent delivered live birth. Rate of national referral is 11 percent while the rate of Central lombok District 7.3 percent with 182 cases of perinatal mortality. Objective: To describe the implementation of obstetric referral related to incidents of perinatal mortality in Central Lombok Distric, West Nusa Tenggara province. Method: This was an observational study with cross sectional study design. Subjects were mothers with obstetric complication referred to Praya hospital in Central Lombok District. Eighty-eight sampel were collected by stratified random sampling. Univariable analysis with frequency distribution, bivariable analysis with chi square test, and multivariable analysis with logistic regression test were used to analyze data. Result: Pregnant mothers with inappropriate referral basic principles had 2.6 times higher in perinatal mortality (p=0.000; PR=2.6; 95% CI 1.79-3.78). Conclusion: Pregnant mothers inappropriate basic referral principles can increase the risk of perinatal mortality.
Kata Kunci : Kematian Perinatal,Sistem Rujukan, Perinatal death, Referral System