Hubungan pendidikan prenatal melalui kelas ibu hamil dengan persalinan tenaga kesehatan di Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat
OSNINELLI, dr. Ova Emilia, M.Med.,SpOG.,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar Belakang: Making Pregnancy Safer (MPS) merupakan salah satu upaya Depkes RI, dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu dari tiga pesan kunci MPS tersebut adalah setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Persalinan dengan tenaga kesehatan diharapkan akan dapat mengurangi kematian ibu bersalin. Depkes RI menargetkan persalinan tenaga kesehatan sebesar 90%. Program kelas ibu hamil adalah salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terjadi perubahan perilaku positif sehingga ibu memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan, dengan demikian akan meningkatkan persalinan ke tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan pendidikan prenatal melalui Kelas Ibu Hamil dengan persalinan tenaga kesehatan di Kabupaten Tanah Datar Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan rancangan Cohort Retrospective. Lokasi penelitian di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Populasi adalah seluruh ibu hamil di Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2005 dan 2006. Sedangkan sampel adalah ibu hamil di kabupaten Tanah Datar tahun 2005, 2006, tercatat dalam register kohort ibu memiliki anak usia < 1 tahun dan tinggal di Kabupaten Tanah Datar. Besar sampel adalah 160 sampel. Data dianalisis dengan beberapa cara yaitu analisis univariabel, analisis bivariabel dan multivariabel. Uji hipotesis yang digunakan adalah Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,005 dan confidence interval 95%. Analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan prenatal melalui kelas ibu hamil dengan persalinan tenaga kesehatan (OR=22,49 CI95%=7,77-65,05 p=0,00). Variabel Pendidikan ibu dan jarak kepelayanan kesehatan menunjukkan hubungan yang bermakna dengan persalinan tenaga kesehatan (OR=4,75 CI95%=1,89-11,94 p=0,00) dan (OR=3,59 CI95%=1,37-9,37 p=0,00). Paritas, umur, status kehamilan, motivasi keluarga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan persalinan tenaga kesehatan. Kesimpulan: Ibu yang mengikuti kelas ibu hamil mempunyai kemungkinan 22 kali lebih besar untuk bersalin ketenaga kesehatan dibandingkan ibu yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Variabel lain yang ada hubungan dengan persalinan tenaga kesehatan adalah pendidikan ibu dan jarak kepelayanan kesehatan.
Background: Making Pregnancy Safer (MPS) is one of Indonesian Health Office efforts to decrease Maternal and Infant Mortality Rates. One out of three messages of MPS is that each and every delivery must be assisted by skilled health professional in a hope that this can truly reduce maternal death during delivery. Indonesian Health Office targets delivery assisted by health professional to reach 90%. A pregnant mother class is one form of prenatal education that can improve pregnant mothers’ knowledge, resulting in positive behavior so that they check up their pregnancy regularly and they ask for health professional assistance for delivery. This, of course, increase the delivery assisted by health professional. Objectives: To investigate the relationship between prenatal education through a pregnant mother class and delivery assisted by health professional in Tanah Datar District. Methods: This was an observational study with cohort retrospective study design. The study was conducted in Tanah Datar District, West Sumatera Province. The population was all pregnant mothers in the district in 2005 and 2006 and the samples were 160 mothers who were pregnant in 2005 and 2006 registered in cohort and now have a baby less than one year old. Data were analyzed by univariable, bivariable, and multivariable analyses. Hypothesis test used Chi-square with p<0.005 and CI 95%. Multivariable analysis used logistic regression. Results: There was a significant relationship between prenatal education through a pregnant mother class, mothers’ education, and distance of health care service interval and delivery assisted by health professional with (RR=22.49 CI 95%=7.77-65.05 P=0.00) (RR=4.75 CI 95%=1.89-11.94 p=0.00) and (RR=3.59 CI 95%=1.37-9.37 p=0.00), respectively. However, parity, age, pregnancy status, and family motivation did not have a significant relationship with delivery assisted by health professional. Conclusions: Women who join a pregnant mother class were likely to deliver a baby assisted by health professional 22 times greater than those who did not join the class. Other influencing variables were mothers’ education and distance of health care service
Kata Kunci : Pendidikan Prenatal,Persalinan Tenaga Kesehatan, Prenatal education, pregnant mother class, delivery assisted by professional health