Hubungan status pekerjaan dengan kepatuhan ibu memberikan ASI Eksklusif di RSUP Dr. Sardjito yogyakarta
MARDEYANTI, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH,SpOG(K).,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar Belakang: Keinginan wanita untuk bekerja mengalami peningkatan termasuk wanita yang mempunyai bayi. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan mempunyai banyak manfaat terutama untuk kesehatan bayi. Bagi ibu-ibu yang harus bekerja setelah habis masa cuti melahirkan mengalami kesulitan dalam pemberian ASI eksklusif. Data SDKI 2002- 2003 pemberian ASI eksklusif rata-rata hanya 1.6 bulan. Untuk D.I. Yogyakarta median pemberian ASI eksklusif hanya 0.8 bulan. Dari beberapa penelitian dilaporkan sangat sedikit ibu yang tetap memberikan ASI setelah mereka kembali bekerja. Bekerja seharusnya bukan alasan bagi ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dengan kepatuhan ibu dalam memberikan ASI eksklusif dan mengetahui hubungan dukungan keluarga, umur ibu, pendidikan ibu dan paritas dengan kepatuhan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan historical cohort. Pengumpulan data dilakukan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel adalah 57 ibu bekerja dan 57 ibu tidak bekerja. Uji hipotesis menggunakan chi-square dengan p < 0.05 dan Confidence Interval 95%. Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Hasil Penelitian: Proporsi ibu yang tidak patuh memberikan ASI eksklusif pada ibu yang bekerja adalah 60%, dengan risiko 1.5 kali dibandingkan ibu yang tidak bekerja (RR: 1.5; CI 95%: 1.16-1.94). Hasil analisis regresi logistik memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan ibu yang rendah meningkatkan risiko ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif dengan p=0.03 dan ibu yang tidak mendapatkan dukungan keluarga akan meningkatkan risiko untuk tidak memberikan ASI eksklusif dengan p=0.00 Kesimpulan: Ibu yang bekerja lebih berisiko untuk tidak patuh dalam memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja.
Background: There is an increasing number of working women, including those having babies. The provision of exclusive breastfeeding during the first six months brings many advantages, particularly for the health of babies. Mothers who have to go back to work after maternal leave encounter problems in giving exclusive breastfeeding. Data of Indonesian Demographic and Health Survey 2002-2003 shows that in average the provision of exclusive breastfeeding only lasts for 1.6 months. In the Province of Yogyakarta Special Territory the median of exclusive breastfeeding is only 0.8 month. Some studies report that a few mothers keep breastfeeding exclusively after they go back to work. Working should not be a good reason to stop giving exclusive breastfeeding. Objective: The study aimed to find out the relationship between occupational status and mothers’ compliance with exclusive breastfeeding and the relationship between family support, mothers age and education as well as parity and mothers’ compliance with exclusive breastfeeding. Method: The study was observational with historical cohort design. Data were obtained from Dr. Sardjito Hospital of Yogyakarta. Population were mothers who had babies of 6-12 months old. Samples were taken using non probability and consecutive sampling techniques. There were 57 samples of working mother and 57 samples of non working mother. Hypothesis test used chi square with p<0.05 and confidence interval 95%. Multivariable analysis used logistic regression. Result: The proportion of mothers incompliant with exclusive breastfeeding was 60% for working mothers with 1.5 times risk compared to those who did not work (RR: 1.5; CI 95%: 1.16-1.94). The result of logistic regression showed that low level of education of mothers increased risk for not giving exclusive breastfeeding with p=0.03 and mothers who did not get family support increased risk for not giving exclusive breastfeeding with p=0.00. Conclusion: Working mothers had greater risk for being in compliant with exclusive breastfeeding than those who did not work.
Kata Kunci : ASI Eksklusif,Status Pekerjaan Ibu, occupational status, compliance, exclusive breastfeeding