Laporkan Masalah

Hubungan nyeri dengan gangguan aktivitas interpersonal pada individu usia 50 tahun ke atas di Kabupaten Purworejo

KARTINI, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH,SpOG(K).,PhD

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar Belakang: Meningkatnya usia harapan hidup dari tahun ke tahun yang disertai dengan meningkatnya jumlah usia lanjut dari tahun 1990 hingga 2025 sebesar 41.4% menyebabkan perlunya perhatian khusus agar usia lanjut dapat menjalani masa tuanya secara optimal. Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah usia lanjut lebih tinggi sebesar 11% dibandingkan jumlah usia lanjut di Jawa Tengah. Terjadinya berbagai perubahan pada proses menua menyebabkan terjadi beberapa masalah kesehatan diantaranya adalah nyeri. Usia lanjut yang mengalami nyeri sebesar 25-50%. Nyeri memberikan dampak negatif bagi kualitas hidup usia lanjut, salah satunya terhadap aktivitas interpersonal yang mencakup hubungan dengan orang lain dan partisipasi sosial. Usia lanjut yang mengalami nyeri seringkali menarik diri dari kegiatan sosialnya karena merasa tidak mampu dan menjadi beban bagi orang lain dan ketegangan sosial dapat terjadi bila koping terhadap nyeri pasif serta mengalami kesulitan dalam melakukan partisipasi sosial. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nyeri dengan gangguan aktivitas interpersonal pada individu usia 50 tahun ke atas. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah individu usia 50 tahun ke atas yang berjumlah kurang lebih 13 890 jiwa. Data dikumpulkan dengan mengunakan instrumen berupa kuesioner SAGE-WHO dan INDEPTH oleh 63 petugas pewawancara dengan 7 pengawas lapangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel dan multivariabel menggunakan analisis chi-square dan multinomial logistic regression dengan tingkat kemaknaan p<0.05 dan 95 % CI. . Hasil: Prevalensi nyeri pada individu usia 50 tahun ke atas lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Prevalensi untuk perempuan sebesar 39% dan laki-laki sebesar 31%. Prevalensi gangguan aktivitas interpersonal pada individu usia 50 tahun ke atas lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Prevalensi untuk perempuan sebesar 53% dan laki-laki sebesar 46%. Hasil uji analisis bivariabel dan multivariabel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara nyeri dan gangguan aktivitas interpersonal dimana semakin berat nyeri maka semakin berat gangguan aktivitas interpersonal baik pada laki-laki maupun perempuan. Kesimpulan: Ada hubungan antara nyeri dan gangguan aktivitas interpersonal. Semakin berat nyeri maka semakin berat gangguan aktivitas interpersonal.

Background: Increasing life expectancy every year followed by increasing number of the elderly from 1990 – 2025 (41.4%) requires particular attention in order that the elderly can spend their live in optimum ways. Purworejo District has higher rate of the elderly numbers (11%) than that in Central Java (6%). Changes that occur during ageing have caused some health problems such as pain. As much as 25% - 50% of the elderly suffer from pain. Thes brings about negative impacts to quality of life of the elderly, one of which is interpersonal activity consisting of relationship with others and social participation. The elderly suffering from pain often withdraw themselves from social activity because they feel incapable and they are afraid of become the burden of others leading to social tense if they cannot cope the problem and have difficulties in social participation. Objective: The study was conducted to identify the relationship between pain and interpersonal activity disorder among the elderly over 50 years old. Method: This was an observational study with cross sectional design. There were as many as 13,890 elderly people over 50 years old as the subjects of the study. Data were obtained using questionnaire of Study on Global Ageing and Adult Health-World Health Organization (SAGE-WHO) and International Network for the Continuous Demographic Evaluation of Population and Their Health in Developing Countries (INDEPTH) distributed by 63 interviewers and 7 field coordinators. Data analysis used univariable technique and multivariable technique with multinominal logistic regression test and the significance level (p) was <0.05 and 95%CI. Result: The prevalence of pain among an individual over 50 years old women is high than men. The prevalence of pain for women was 39% and men was 31%. The prevalence of activity interpersonal disorder among an individual over 50 years old women is high than men. The prevalence of activity interpersonal disorder for women was 53% and men was 46%. The result of bivariable and multivariable analysis showed that there was a significant relationship between pain and interpersonal activity disorder whereby the greater the pain was the greater interpersonal activity disorder became. Conclusion: There was relationship between pain and interpersonal activity disorder. If pain was serious so activity interpersonal disorder is serious too.

Kata Kunci : Proses Menua,Gangguan Aktivitas Interpersonal,Nyeri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.