Waktu menjadi hamil kembali setelah berhenti memakai alat kontrasepsi hormonal dibandingkan dengan alat kontrasepsi dalam rahim di Indonesia :: Analisis data SDKI 2002-2003
ANDAYANI, Sestu Retno Dwi, dr. Siswanto A. Wilopo, SU.,MSc.ScD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar belakang: Ibu yang berhenti memakai alat kontrasepsi tidak semua bisa segera menjadi hamil. Belum ada data di Indonesia yang berskala besar dapat memberikan gambaran tentang ibu yang bisa hamil kembali setelah berhenti memakai kontrasepsi. Di Indonesia alat kontrasepsi yang pernah digunakan paling banyak adalah hormonal (1.418 orang), sedangkan yang pernah menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) sebanyak 79 orang, sisanya adalah menggunakan alat kontasepsi lainnya. Cara kerja alat kontasepsi hormonal dan AKDR sangat berbeda menyebabkan waktu kembalinya kemampuan untuk hamil kembali juga berbeda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu yang diperlukan untuk hamil kembali setelah berhenti memakai alat kontrasepsi hormonal dibandingkan dengan setelah pengangkatan AKDR di Indonesia, serta faktor lain yang mempengaruhi kehamilan. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian analitik, dengan rancangan cohort Retrospektif dan pendekatan kuantitatif yang menggunakan data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 2002- 2003. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita berstatus kawin dengan jumlah 27.857. Dari populasi tersebut yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebesar 1.558 orang. Analisis data menggunakan survival Log Rank dan Cox proposional Hazards Model. Hasil: Median waktu yang diperlukan untuk menjadi hamil setelah berhenti memakai alat kontrasepsi pil 7 bulan, implant 8 bulan, suntik 17 bulan, dan AKDR 23 bulan. Kesimpulan: Median waktu yang diperlukan untuk menjadi hamil setelah berhenti memakai kontrasepsi hormonal lebih cepat dibandingkan dengan AKDR, hal tersebut kemungkinan disebabkan karena adanya infertil sekunder.
Background: having healthy, wanted children is a family’s main goal. Contraception, in fact, plays a vital role in birth spacing, including in regulating wanted fertility. As much as 21.5 percent of married women in Indonesia quit using contraception and 34 percent (1,558 women) out of those who quit their contraception intend to be pregnant as their main purpose. Hormonal contraceptive constitutes the commonest contraceptive method used by 1,418, followed by IUD (79 women) and other contraceptive methods. The mechanism of both hormonal contraceptive and IUD is different; therefore, the return of fertility is different as well. Objective: this study was undertaken to compare the time gaining the pregnancy (return of fertility) after quitting from using either hormonal contraceptive or IUD in Indonesia. Method: it was an analytical, quantitative study with cohort retrospective design using the data from Indonesian Demographic and Health Survey in 2002-2003. Data analysis used was survival Log Rank and Cox Proportional Hazards model. Result: time median needed to return of fertility after quitting using the contraceptive method of pill, implant, injectibles, and IUD was 7 months, 8 months, 17 months, and 23 months, respectively. Conclusion: time median to return of fertility in hormonal contraceptive was faster than that in IUD.
Kata Kunci : Kehamilan,Kontrasepsi,Hormonal dan AKDR