Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan fungsi kognitif pada individu usia 50 tahun ke atas di Kabupaten Purworejo

RUWAYDA, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,SpA(K).,PhD

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar belakang: Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan terjadinya transisi demografi kearah populasi usia lanjut. Salah satu komponen psikologis dalam diri individu yaitu fungsi kognitif yang meliputi perhatian, persepsi, berfikir, pengetahuan dan daya ingat. Di antara fungsi otak yang menurun secara seiring dengan bertambahnya usia adalah fungsi daya ingat. Pada beberapa keadaan penurunan ini bukan terjadi secara alamiah. Prevalensi gangguan fungsi kognitif di dunia sebesar 3% pada umur 65-70 tahun dan lebih dari 25% pada umur 85 tahun keatas. Di Kabupaten Purworejo belum diketahui berapa prevalensi gangguan fungsi kognitif ini, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tujuan: Mengidentifikasi prevalensi gangguan fungsi kognitif dan mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan gangguan mobilitas, perasaan dan aktivitas interpersonal. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan crosssectional. Penelitian merupakan penelitian SAGE (Study on Global Ageing and Adulth Health) kerjasama Lembaga Penelitian Kesehatan dan Gizi Masyarakat (LPKGM) dengan WHO dan INDEPTH. Lokasi penelitian di Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah. Sampel adalah usia lanjut 50 tahun ke atas yang diambil dengan metode cluster sampling pada wilayah pencacahan yang meliputi 148 NKS atau sekitar 12.459 responden. Instrumen dilengkapi dengan formulir pemeriksaan status mental mini untuk penilaian fungsi kognitif. Data dianalisis menggunakan regresi logistik multinomial. Hasil: Prevalensi gangguan fungsi kognitif sebesar 47,25%. Analisis statistik menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan fungsi kognitif yaitu gangguan mobilitas berat laki-laki (OR=13,42; 95%CI= 7,61- 23,7) dan perempuan (OR=7,03; 95%CI=4,33-11,40), gangguan perasaan berat laki-laki (OR=1,25; 95% CI=1,07-1,88) dan perempuan (OR=2,15; 95%CI=1,89-5,17) dan gangguan aktivitas interpersonal berat laki-laki (OR=20,97;95%CI=7,45-59,00) dan perempuan (OR=11,50; 95%CI=3,02- 43,71) dan faktor risiko lain yang berhubungan dengan fungsi kognitif yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan status perkawinan Kesimpulan: Sebanyak 47,25% penduduk berusia 50 tahun ke atas di Kabupaten Purworejo mengalami gangguan kognitif. Faktor-faktor yang berhubungan dengan fungsi kognitif yaitu gangguan mobilitas, gangguan perasaan dan gangguan aktivitas interpersonal.

Background: Increasing life expectancy has caused the emergence of demographic transition to elderly population. One of phychological components of an individual is cognitive function such as attention, perception, thought, knowledge and memory. Memory function is one of brain functions which may decrease in line with the increase of age. In some conditions the decrease can happen unnaturally. The prevalence of cognitive function disorder in the world is 3% for people of 65 – 70 years old and more than 25% for over 85 years old. At the district of Purworejo the prevalence of cognitive function disorder and factors affecting the prevalence are not yet known. Objective: To identify the prevalence of cognitive function disorder and the relationship of cognitive function mobility, emotion and interpersonal activity disorder. Method: The study was observational with cross sectional design. It was a SAGE (Study on Global Ageing and Adult Health) a cooperation between the World Health Organization and International Network for Continuous Demographic Evaluation of Population and Their Health in Developing Countries. Location of the study was District of Purworejo, Central Java. Samples were elderly over 50 years of age chosen using cluster sampling method consisting of 148 samples code number or about 12,459 respondents. Research instruments were provided with mini mental status examination forms to assess cognitive function. Data analysis using multinomial logistic regression. Result: Prevalence of cognitive disorder 47,25% and the result of statistical analysis showed that cognitive function was related to serious mobility disorder on male (OR=13,42; 95%CI=7,61-23,7) and female (OR=7,03; 95%CI=4,33- 11,40), serious emotion disorder on male (OR=1,25; 95% CI=1,07-1,88)and female (OR=2,15; 95%CI=1,89-5,17) and serious interpersonal activity disorder on male (OR=20,97; 95% CI=7,45-59,00) and female (OR=11,50; 95%CI=3,02- 43,71). Factors of sociodemographic related to cognitive function were age, sex, education, job, marital status. Conclusion: As much as 47.25% of the elderly population over 50 years of age at the District of Purworejo had cognitive disorder. Factors related to cognitive disorder were mobility, emotion and interpersonal activity disorder.

Kata Kunci : Proses Menua,Gangguan Kognitif, cognitive function, mobility disorder, emotion disorder, interpersonal activity disorder


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.