Hubungan fungsi keluarga dengan kejadian penyalahgunaan NAPZA pada remaja
MAGDALENA, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,SpA(K).,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-KeLatar Belakang: Penyalahgunaan Napza dari tahun ketahun semakin meningkat. Permasalahan penyalahgunaan Napza mempunyai dimensi yang luas dan komplikasi baik dari sudut medik, psikiatrik, kesehatan jiwa maupun psikososial (ekonomi, politik, sosial budaya, kriminalitas, kerusuhan massal dan sebagainya). Penyalahgunaan Napza dipengaruhi banyak faktor. Keluarga merupakan salah satu faktor risiko terhadap penyalahgunaan Napza pada remaja. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adanya hubungan antara fungsi keluarga yaitu fungsi kebersamaan, fungsi fleksibilitas, fungsi komunikasi dan fungsi agama dengan kejadian penyalahgunaan Napza pada remaja. Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan case control study (kasus-kontrol), menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan focus group discussion (FGD). Subjek kasus dalam penelitian ini adalah remaja yang menyalahgunakan Napza dan masih berkonsultasi ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru, kontrol diambil yaitu remaja yang tidak menyalahgunakan Napza dengan besar sampel 32 kasus dan 32 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Analisis multivariat menunjukkan proporsi remaja yang menyalahgunakan Napza lebih besar pada remaja yang mempunyai fungsi kebersamaan yang rendah dalam keluarga (p<0.05 OR=6,04 dan 95% dan CI=1.77-20.5), remaja yang mempunyai fungsi fleksibilitas yang rendah dalam keluarga (p<0.05. OR=5.31: 95% CI=1.48-18.9) dan fungsi komunikasi yang rendah dalam keluarga (p<0.05 OR=3.97 dan 95% CI=1.11-14.1). Kesimpulan: Fungsi keluarga berhubungan dengan kejadian penyalahgunaan Napza pada remaja. Remaja yang menyalahgunakan Napza mempunyai fungsi kebersamaan, fungsi fleksibilitas dan fungsi komunikasi yang rendah dalam keluarga, sedangkan fungsi agama tidak berhubungan dengan kejadian penyalahgunaan Napza pada remaja.
Background: Drugs abuse is increasing recently and it has a wide dimension and complication from medical, psychiatric, mental health and psychosocial perspectives. However, it is influenced by many factors and family in which adolescents live is one risk factor on drugs abuse. Objective: To understand the association between family functions which include the functions of togetherness, flexibility, communication, and religion and the use of drugs abuse among adolescents. Method: This was an observational study with case control study design using quantitative and qualitative approaches. Data gathering was conducted by using questionnaire and focus group discussion (FGD). The subjects were 32 adolescent drugs abuse patients in Tampan mental hospital of Pekanbaru as the case and 32 adolescents who did not deal with any drugs abuse as the control. The data analysis used univariate and multivariate analyses. Results: Multivariate analysis showed that adolescents with lower togetherness function in family (p>0.05, OR=6.04, and Cl 95%=1.77-20.5), lower flexibility function in family (p<0.05 OR=5.31, and Cl 95%= 1.48- 18.9), lower communication function in family (p<0.05, OR=3.97, and Cl 95%=1.11-14.1) had higher proportion in drugs abuse. Conclusion: Family functions are related to drugs abuse among adolescents with low family togetherness, flexibility, and communication functions. However, religion function is not related to drugs abuse among adolescents. .
Kata Kunci : NAPZA,Penyalahgunaan,Fungsi Keluarga