Analisis pembiayaan kesehatan bersumber pemerintah berdaarkan pendekatan District Health Account di Kota Pariaman
YANDRIANI, Ade, Prof.dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc.,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang: Sampai saat ini pemanfaatan dana yang terbatas menjadi masalah disebagian besar kabupaten/kota di Indonesia, padahal hampir semua daerah menetapkan kesehatan sebagai salah satu program prioritas. Pemberlakuan otonomi daerah memberikan peluang kepada daerah untuk menyusun perencanaan, dan pengalokasian anggaran di lingkungan pemerintah daerah masing-masing. Peran dan komitmen policymakers sebagai pengambil kebijakan sangat besar dalam menentukan arah pembangunan dan pengalokasian anggaran bersumber dari pemerintah Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui pembiayaan kesehatan bersumber pemerintah di Kota Pariaman dengan pendekatan district health account (DHA) Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif dengan metode evaluatif, pengumpulan data secara kuantitatif dan kualitatif, berupa wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data deskriptif, yaitu mendeskripsikan secara kualitatif terhadap data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil Penelitian: Di Kota Pariaman belum tersedia data base yang lengkap tentang sumber-sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan untuk penyusunan anggaran dengan pendekatan district health account (DHA) sehingga sullit melakukan penyusunan anggaran berdasarkan DHA. Belum adanya keseimbangan biaya yang digunakan untuk kegiatan UKM, UKP atau administrasi menajemen. Pengalokasian biaya lebih mengarah kepada kegiatan administrasi (gaji) dan kegiatan investasi. Pengalokasian dana anggaran kesehatan tersebut tidak terlepas dari kemampuan perencana kesehatan dalam menyusun anggaran serta kemampuan dinas kesehatan dalam melakukan advokosi dan sosialisasi terhadap policymaker. Rendahnya kemampuan SDM dalam memperjuangkan dan mempertahankan programnya sangat memperngaruhi kebijakan dalam mengalokasikan anggaran kesehatan sesuai dengan kebutuhan. Kesimpulan: Pemerintah Kota Pariaman perlu memotivasi SDM bidang kesehatan untuk memperoleh pengembangan kemampuan dalam bidang kesehatan agar memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penyusunan anggaran, advokasi dan lobi dengan cara melakukan pendidikan dan pelatihan perencanaan khususnya bagi SDM perencana bidang kesehatan
Background: Until now, the use of limited fund have become problem in most cities in Indonesia, yet almost every region have establish health issue as one of their priority program. The implementation of local autonomy have given chances for local government to arrange planning and allocating budget in their own local government surrounding. The role and commitment of the policymakers is enormous in determine the course of development and to allocate budget from government. Objective: This research objective was to learn about health financing from government in the city of Pariaman using District Health Account (DHA) approach. Research Method: This was a descriptive research type with evaluative method, data collected by quantitative and qualitative, in form of indepth interviewa and documents study. Data’s been used were both primary and secondary descriptive data analysis, is to describe in qualitative toward quantitative and qualitative datas. Research Result: In the city of Pariaman there is no complete database about resources of finnancing which accordance with their need to arranging budget with District Health Account (DHA) approach therefore it was difficult to arrange budget based on DHA. There were no balance in expenses for UKM activities, UKP nor management administration. Allocated expenses were more pointed to administrative activities (salary) and envestment activities. The health budget fund allocation is not apart from health planner ability in arranging budget and health office ability in doing advocacy and socialize toward policymakers. The low of human resources able to put up and stand for its program were very much influenced policy in allocating health budget so that appropiate to their need. Conclusion: City of Pariaman’s government need to motivate their human resources in health sector, to obtain ability development in health sector in order to have knowledge and ability to perform budget arranging, advocacies and lobbies by means of education and training on planning, especially for health sector’s human resources.
Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Pembiayaan Kesehatan,District Health Account,HealtH Financing