Potensi pelibatan dokter praktek swasta dalam implementasi strategi DOTS di Kota Payakumbuh
HERIJON, dr. Kristiani, SU
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang. Program pemberantasan penyakit TBC paru berdasarkan strategi DOTS di Kota Payakumbuh sudah dilaksanakan sejak tahun 1997 diseluruh puskesmas, akan tetapi cakupan penemuan kasus baru TBC Paru BTA positif masih rendah dibanding target nasional yaitu 70 persen. Salah satu penyebab rendahnya cakupan penemuan penderita TBC paru karena belum dilibatkannya dokter praktek swasta dalam menemukan penderita TBC paru berdasarkan strategi DOTS. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dokter praktek swasta dalam penemuan dan pengobatan penderita TBC Paru berdasarkan strategi DOTS. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah perwakilan dari Dinas Kesehatan yaitu Kepala Dinkes dan Kasubdin P2MPL, serta dokter praktek swasta yang dipilih secara purposive sampling. Adapun untuk data kuantitatif dibagikan angket kepada dokter praktek di Kota Payakumbuh yang berjumlah sebanyak 23 orang dokter. Hasil Penelitian. Pemahaman dokter praktek swasta tentang strategi DOTS di Kota Payakumbuh masih rendah karena kurangnya sosialisasi dari Dinas Kesehatan setempat dan tidak dilibatkannya dokter praktek swasta dalam mengikuti pelatihan strategi DOTS. Dalam proses penentuan diagnosis dokter praktek swasta pada umumnya menggunakan gejala klinis dan rontgent. Kemudian dalam proses pengobatan penderita TBC paru di Kota Payakumbuh pada umumnya dokter praktek swasta tidak menggunakan regimen OAT yang dianjurkan dalam pengobatan penderita TBC paru berdasarkan strategi DOTS. Serta ada komitmen dari Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh untuk melibatkan dokter praktek swasta tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam penemuan dan pengobatan penderita TBC paru Kesimpulan. Dokter praktek swasta memiliki potensi untuk dilibatkan dalam penemuan dan pengobatan penderita TBC paru berdasarkan strategi DOTS.
Background: Pulmonary tuberculosis disease control program based on directly observed treatment short course (DOTS) strategy at Payakumbuh Municipality has been implemented since 1997 at all community health centre. However, the coverage of new case detection of positive acid fast bacillus pulmonary tuberculosis (TB) is still relatively low compared to the national target, i.e. 70%. One cause of low coverage of pulmonary TB patient invention is the fact that private practicing physicians have not been involved in the detection of pulmonary TB patients based on DOTS strategy. Objective: The study aimed to identify the potential of involving private practicing physicians in the implementation invention and therapy of pulmonary tuberculosis patient based on strategy DOTS. Method: This was a descriptive study which used qualitative and quantitative methods. Subject of the study were representatives of the Health Office, consisting of head of health office, head of infectious disease prevention and environmental health sub office, and private practicing physicians selected with purposive sampling technique. Quantitative data were obtained through questionnaires distributed to as many as 23 private practicing physicians at Payakumbuh Municipality. Result: Private practicing physicians still had low comprehension of DOTS strategy because of limited dissemination from local health office and were not involved in DOTS strategy training. Most private practicing physicians used clinical symptoms and roentgen in carrying out diagnostic process. In the process of giving medication to pulmonary TB patients the majority of private practicing physicians did not use anti tuberculosis drugs based on DOTS strategy. There was commitment by the health office of Payakumbuh Municipality to involve private practicing physicians in the implementation of DOTS strategy to detect and trait pulmonary TB patients. Conclusion: Private practicing physicians has potency to be involved in invention and therapy of pulmonary tuberculosis patient based on strategy DOTS
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Dokter Praktek,Strategi DOTS,Tuberculosis, DOTS Strategy, Private Practicing Physicians