Faktor-faktor yang berkaitan dengan penempatan tenaga dokter, bidan dan perawat pasca kerusuhan di Kabupaten Seram Bagian Barat Propinsi Maluku
TUNNY, Hamdan, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes.,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang. Pertikaian konflik Ambon dan willayah Kabupaten lain termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat mengakibatkan perubahan dalam penataan dan pendistribusian tenaga dokter, bidan, dan perawat pada unit-unit pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan penempatan tenaga dokter, bidan dan perawat pasca kerusuhan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Propinsi Maluku. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian panduan wawancara dan daftar tilik. Hasil Penelitian. Penelitian ini menunjukkan terjadi penumpukkan tenaga dokter, bidan, dan perawat pada Kecamatan Piru dan Kairatu. Sedangkan pada Kecamatan Waisala dan Taniwel kurang memiliki tenaga kesehatan. Hal ini disebabkan akibat faktor kondisi keamanan yang lemah, masih adanya perasaan trauma, tidak ada kebijkan insentif, dan desentralisasi yang belum terlaksana secara optimal. Lebih lanjut akibat dari faktor demografi yaitu kondisi cuaca atau alam yang selalu berubah-ubah mengakibatkan pemberian pelayanan kesehatan oleh tenaga dokter bidan, dan perawat di Kabupaten Seram Bagian Barat kurang maksimal pada unit-unit pelayanan kesehatan yang telah disediakan khususnya pada desa terpencil. Kesimpulan. Penempatan tenaga dokter, bidan, dan perawat dalam pelayanan kesehatan masyarakat kurang maksimal
Background; The Ambon and other residence areas conflict include Wes Side Seram Residence had caused changing arrangement and distribution doctor, midwife, and nurse to health service units on providing health service to the society. Objective; The study aimed to identify factors related to doctor, midwife, and nurse allocation post-disturbance in West Side Seram Residence, Maluku Province. Method; This study was a qualitative study with case study design. The data was taken by interview to head of health department and head of employee’s department region. Result; This study showed there was an overstock in doctor, midwife, and nurse force in Piru and Kairatu sub district. While in Waisala and Taniwel, lack of health medical force was happened. That was because security condition factor which were still weak, trauma feeling, no incentive policy, and decentralization that still not held optimally. Moreover factor demography like weather and nature which always change caused health service providing by doctor, midwife, and nurse in Wes Side Seram Residence was not quite maximal in health service units especially in remote village. Conclusion; The allocation of doctor, midwife, and nurse in public health service was not quite maximal.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Penempatan Paramedis,Keamanan, Security, Incentive, Demography, Decentralization