Laporkan Masalah

Keterlibatan antara Puskesmas dan Ninik Mamak Alim Ulama Cerdik Pandai dalam penanggulangan gizi buruk di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya

GESMAN, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang: Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Ironisnya, 54% kematian balita berkaitan dengan kurang gizi. Pokok masalah di masyarakat, kurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat berkaitan dengan berbagai faktor. Tahun 2005 balita menderita gizi buruk di Kabupaten Dharmasraya sebesar 3,6 % dan di Kecematan Pulua Punjung 3,4%. Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran keterlibatan antara puskesmas dan ninik mamak alim ulama cerdik pandai dalam penanggulangan gizi buruk di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Metode Penelitian: Jenis penelitian studi kasus, dengan rancangan desain eksploratif. subjek penelitian adalah penanggulangan, gizi buruk, keterlibatan antara puskesmas dan ninik mamak alim ulama cerdik pandai di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Hasil dan Pembahasan: Subjek belum memahami tentang program gizi secara benar dengan melihat pengetahuan subjek tentang tanda-tanda gizi buruk. Keterlibatan ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai dalam penanggulangan gizi buruk di Nagari Sungai Dareh belum ada. Ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai akan bersedia membantu puskesmas dan setuju rumah gadang dijadikan tempat penanggulangan gizi buruk. Puskesmas dalam melaksanakan penanggulangan gizi buruk berdasarkan petunjuk dinas kesehatan, namun puskesmas belum mengembangkan fungsinya sehingga sumberdaya yang ada belum dimanfaatkan secara optimal dan peran sektor terkait dalam penanggulangan gizi buruk belum ada, meski belum melibatkan ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai akan tetapi mereka mempunyai potensi peran yang lebih jauh dalam terlibat langsung dalam penanggulangan gizi buruk. Kesimpulan: Puskesmas belum belibatkan ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai dalam penanggulangan gizi buruk. Puskesmas belum memanfaatkan sektor terkait dalam penanggulangan gizi buruk, ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai akan membantu puskesmas dalam penanggulangan gizi buruk di Nagari Sungai Dareh, meski belum melibatkan ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai akan tetapi mereka mempunyai potensi peran yang lebih jauh dalam terlibat langsung dalam penanggulangan gizi buruk.

Background: Malnutrition is a public health problem that could not be controlled with, merely, medical approach and health service. Ironically, 54% of children under five years old mortality was related with malnutrition. The main problem in the community was lack of family’s empowerment and lack of community’s resources utilization that closely related with various factors. In the year of 2005, there was 3,6% of children under five years old who suffered from malnutrition in the district of Dharmasraya and 3,4% was in Pulau Punjung. Aim: This research was aimed to find out the description of involvement between Primary Health Care and ninik mamak alim ulama cerdik pandai in controlling malnutrition in the sub district of Pulau Punjung district of Dharmasraya Method: This was a case study with explorative design. The subject was malnutrition control, involvement between Primary Health Care and ninik mamak alim ulama cerdik pandai in Nagari Sungai Dareh sub district of Pulau Punjung district of Dharmasraya. Result and discussion: The subjects were not understood the malnutrition program appropriately by considering subject’s knowledge on malnutrition. The involvement of ninik mamak, alim ulama and cerdik pandai in controlling malnutrition in Nagari Sungai Dareh was not yet exist. Ninik mamak, alim ulama and cerdik pandai were willing to assisst the Primary Health Care and agreed that rumah gadang became the place for malnutrition control. The Primary Health Care was referred to the guidance from the health office in controlling the malnutrition and yet it was not developed its’ function so that the existing resources was not yet optimally used and the role of related sector in controlling malnutrition was not yet exist, however, their potential role for further involment in controlling malnutrition are identified. Conclusion: Primary Health Care was not yet involving ninik mamak, alim ulama and cerdik pandai in controlling malnutrition. It was not yet utilized the related sector in controlling malnutrition, ninik mamak, alim ulama and cerdik pandai were assisting the Primary Health Care in controlling malnutrition in Nagari Sungai Dareh, however, their potential role for further involment in controlling malnutrition are identified.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Gizi Buruk,Keterlibatan Masyarakat, Malnutrition control, nutrition status, involvement understanding, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.