Laporkan Masalah

Analisis kebutuhan tenaga perawat dan mutu asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Achmad Diponegoro Putussibau Kalimantan Barat

ZAINUDIN, Sri Werdati, SKM.,M.Kes

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)-

Latar Belakang : Tenaga perawat yang ada di RSUD Dr. Achmad Diponegoro Putussibau sekarang dirasakan masih kurang, terutama di ruang rawat inap. Pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasian selalu dirasakan kurang optimal atau tidak customer focus. Hal tersebut ditandai dengan banyak sekali keluhan yang di sampaikan masyarakat kepada pihak manajemen rumah sakit, namun sayang keluhan tersebut tidak terdata. Para perawat juga merasa sudah melakukan pekerjaannya secara maksimal, namun masih saja banyak pekerjaan keperawatan yang tidak terlaksana dengan baik karena keterbatasan tenaga. Belum lagi untuk mencukupi kebutuhan tenaga perawat di dua instalasi yang baru selesai dibangun, yaitu ruang VIP dan ICU. Penempatan tenaga perawat di rumah sakit masih berdasarkan droping dari Pemda Kapuas Hulu, tidak berdasarkan usulan dari pihak manajemen rumah sakit. Hal tersebut disebabkan pihak manajemen rumah sakit mengusulkan tenaga perawat berdasarkan asumsi semata. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan sesuai standar Depkes RI (2002) serta mutu Standar Asuhan Keperawatan (SAK) di ruang rawat inap RSUD Dr. Achmad Diponegoro Putussibau. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional survey. Unit analisis adalah ruang rawat inap, dengan pendekatan formula Depkes RI tahun 2002 untuk menghitung jumlah tenaga perawat yang ideal di rumah sakit dan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dari Depkes RI tahun 1997 yang terdiri dari instrumen A, B dan C untuk mengevaluasi penerapan standar asuhan keperawatan diruang rawat inap. Hasil Penelitian: Kebutuhan tenaga perawat menurut BOR yang ada sudah memadai, namun bila pendekatan indikator depkes dengan BOR 85% diperoleh hasil bahwa di ruang kelas I dan II dibutuhkan 2 orang perawat sementara ruang lain masih cukup. Studi dokumentasi penerapan SAK masih dibawah 50%. Persepsi mutu penerapan SAK berkisar 70% dan observasi tindakan keperawatan berada pada 80%.

Background: RSUD Dr. Achmad Diponegoro Putussibau still lack of nursing staff, especially in wards. Nursing care that was conducted to patients is not optimum or did not customer focus. It showed by complaint that delivered to hospital management. Nurses felt that have already delivered their duty maximum but they could not performed all because lack of nursing staffs. That situation is added by additional rooms that were VIP and ICU. Nursing staffs placement in hospital was based on dropping from district government of Kapuas Hulu not based on assumption of hospital’s management and annual planning. Objectives: The study aimed to find out an ideal number of nursing staffs based on standard and evaluation of nursing care standard in inpatient ward at Dr. Achmad Diponegoro district hospital that can be based as a standard for further planning of nursing staff recruitment. Methods: This was descriptive study with cross sectional survey. The Unit analysis of the study was inpatient ward using formula of Ministry of Health (2002) to count an ideal nursing staffs in hospital as nursing care standard of Mnistry of Health (SAK Depkes RI 1997) that consisted of A, B, and C instruments to evaluate the implementation of nursing care standard in inpatient ward. Results: Based on BOR, the need of nursing staffs at hospital is enough but it is not enough when it seen based on Health Department indicator and BOR that is that showed 85% of the result showed. Documentary standard of the implementation of nursing care standard are average under 50%. The Quality perception of nursing care standard (SAK C) average 70% for each wards and nursing service observation of nursing care average are 80%.

Kata Kunci : Tenaga Keperawatan, Standar Asuhan Keperawatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.