Analisis perilaku perawat dalam kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan pasien rawat inap di RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor
SETIAMASA, Iing Irat, Dr.dr. Felix Kasim, M.Kes
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)-Latar belakang : penelitian ini dilakukan karena dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Paru Dr M Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua Bogor belum bisa dijadikan bahan penilaian angka kredit tenaga fungsional perawat. Tujuan penelitian : adalah untuk mengetahui kelengkapan dan kebenaran pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan kaitannya dengan proses penilaian angka kredit tenaga fungsional perawat. Metode : yang digunakan adalah studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan data-data kuantitatif. Rancangan penelitiannya adalah studi kasus tunggal terjalin, yaitu suatu rancangan penelitian untuk menguji teori yang ada serta bertujuan untuk menyingkap permasalahan dengan unit multi analisis. Hasil : dalam penelitian ini diperoleh data bahwa kelengkapan dan kebenaran pendokumentasian asuhan keperawatan di RSPG Cisarua Bogor pada tahun 2006 hanya mencapai 59,47 %. Dari enam aspek yang dinilai, ternyata aspek tindakan keperawatan cara pendokumntasiannya tidak lengkap dan tidak benar (0,00 %). Sedangkan aspek yang lainnya cukup lengkap dan benar dalam pendokumentasiannya yaitu berkisar antara 64,96 % sampai dengan 75,00 %. Instrumen yang digunakan untuk menilai kelengkapan dan kebenaran dokumentasi asuhan keperawatan ini adalah instrumen A dari buku instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) di Rumah Sakit (Depkes 1997). Kesimpulan : secara kualitatif, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan adalah : kurangnya pengetahuan tentang dasar hukum, tenaga di ruang rawat inap masih kurang, adanya kesenjangan pemberian insentif, tidak adanya reward and punishment yang jelas serta peran kepala ruangan yang belum optimal juga sangat mempengaruhi perilaku perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Dokumentasi asuhan keperawatan belum bisa dijadikan sebagai dasar penilaian angka kredit tenaga fungsional perawat. Saat ini penilaian angka kredit dilakukan atas dasar perkiraan dari tim penilai terhadap kinerja tenaga perawat. Hal itu dikarenakan belum ada instrumen atau alat bukti yang lebih praktis untuk dijadikan dasar penilaian angka kredit tenaga fungsional perawat. Disarankan peran kepala ruangan lebih ditingkatkan lagi dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Selain itu juga perlu dibuatkan buku catatan pribadi (BCP) perawat yang lebih sederhana dan mudah penggunaannya. Untuk pihak manajerial RSPG, pemberian insentif diupayakan dengan sistem remunerasi.
Background: This research was conducted because nursery treatment documentation in Rumah Sakit Paru Dr M Gunawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua Bogor could not serve as a credit value assessment of nurses’ functional force material. Objectives: To know the completion and the validity of nursery treatment documentation in nursery room, and to know all factors that have influence on it, and its relation with credit value assessment process of nurses’ functional force. Method: which had been used was case study method with descriptive qualitative research and supported with quantitative data. The research design was related single study case, a research design to assess available theory and to discover all problems with multi analyses unit. From the result of the research, the data acquired stated that completion and validity of nursery treatment documentation in RSPG Cisarua Bogor in 2006 reached only 59.47%. From six aspect that had been assessed, it’s turned out that nursery performance on documentation was incomplete and invalid (0,00%). Meanwhile other aspects were adequate on completion and validity, ranged from 64,96% to 75%. Instruments been used to assess completion and validity of nursery treatment documentation were A instrument from Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan (SAK) instrument book in hospital (Depkes 1997). Result: qualitatively, factors which influenced nurses’ submissive behavior on nursery treatment documentation were: lack of knowledge on law, lack of nurses inward, the occurrence of incentive gap, there were no clear and comprehensive reward and punishment, and the role of ward’ss head nurse was not optimum in performance. Nursery treatment documentation could not be serving as a base for nurses’ functional credit value assessment. Recently credit value assessment is performed in on the base of estimation by assessment board toward nurses’ performance. This is as a result of instruments unavailability and more practical of proving tools to be serve as nurses’ functional credit value assessment. Our analyses suggest the availability of nurses’ personal note book (buku catatan pribadi/BCP) are more simplified and practical. For RSPG manager, the incentive given should be in remunerative system
Kata Kunci : Dokumentasi Asuhan Keperawatan,Perilaku Perawat, behavior, nursery treatment documentation, nurses’ functional credit value assessment