Laporkan Masalah

Hubungan persepsi terhadap sistem penggajian, program pengembangan dan pelatihan serta karakteristik individu dengan kinerja perawat dan pekarya di RS St. Elizabeth Lela

LITO, Petronela, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)-

Latar belakang: Rumah sakit St. Elizabeth sudah berusaha meningkatkan kinerjanya. Namun masih ada saja keluhan dari pasien dan keluarga berkaitan penanganan pelayanan asuhan pasien yang belum optimal, seperti pemasangan infus/kateter yang berulang-ulang dan pelayanan kebutuhan dasar pasien lebih banyak dilakukan oleh keluarga. Pelayanan seperti ini menunjukkan kompetensi dan kinerja karyawan yang masih rendah dikarenakan kompensasi yang dirasa tidak sesuai dengan prestasi kerja mereka, minimnya program pengembang dan pelatihan serta komitmen yang diungkapkan melalui minat, loyalitas dan sikap yang rendah terhadap rumah sakit. Akibatnya menurunya tingkat pencapaian pemanfaat sarana pelayanan oleh masyarakat. Perawat dan pekarya juga mengeluh tentang penerapan sistem kompensasi yang dirasa tidak adil karena tidak sesuai dengan prestasi dan beban kerja mereka. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi hubungan, baik secara bersama-sama maupun masing-masing persepsi sistem penggajian, program pengembangan dan pelatihan serta karakteristik individu dengan kinerja perawat dan pekarya. Metode: Penelitian analitik kuantitatf ini menggunakan rancangan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian perawat dan pekarya di Irna (n=54) Variabel independennya persepsi sistem penggajian, program pengembangan/pelatihan dan karakteristik individu. Variabel dependennya kinerja. Instrumen penilaian menggunakan kuesioner/angket, dokumen dan observasi langsung tindakan asuhan keperawatan (pemasangan infus dan pengaturan tempat tidur). Analisis data deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment.. Hasil: Persepsi terhadap sistem penggajian, program pengembangan/pelatihan dan karakteristik individu secara bersama-sama tidak memiliki hubungan bermakna dengan kinerja. Berdasarkan dimensi yang diukur; sistem kompensasi tidak langsung berkorelasi positif rendah (r : 0,349) dengan kinerja. Pada dimensi tanggung jawab terhadap program pengembangan/pelatihan baik pimpinan maupun karyawan berhubungan negatif rendah dengan kinerja (r : -0.296 dan - 0,327). Pada dimensi jumlah pelatihan yang pernah diikuti berkorelasi positif rendah (r : 0,312) dengan kinerja pelayanan perawat dan pekarya. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna secara bersama-sama antara persepsi terhadap sistem penggajian, program pengembangan dan pelatihan serta karakteristik individu dengan kinerja perawat dan pekarya. Tetapi persepsi terhadap sistem kompensasi tidak langsung serta banyaknya pelatihan berpengaruh positif rendah terhadap kinerja perawat dan pekarya. Namun persepsi yang baik ini tidak didukung oleh situasi lingkungan kerja yang kondusif serta tanggung pimpinan dalam penetapan tujuan/sasaran pencapaian kinerja yang tidak jelas telah menurunkan kinerja pelayanan perawat dan pekarya.

Background: St. Elizabeth hospital has tried its best to improve the performance. However, there are still complaints from the patients and their family regarding patient-care management, for example the repetition infuse or catheter installation; the family has to serve the patient most of the time. This less optimal service is the indicator of low performance of the nurse. Low performance perhaps is due to unsuitable and unfair compensation system; lack of development/training program and commitment to and attitude toward the hospital. It results in decreased performance of the hospital, seen from the use of service tool during the last five years. Nurses and assistants also complain about payment system based on the standard of payment for civil servants in the form of scale and Regional Minimum Payment. Purpose: to identify the relationship, either individually or collectively, between the perception on payment system, development/training program and individual characteristics and the performance of nurse and assistants. Methods: This is quantitative analytical study using cross-sectional design. Study subject consists of all nurses and assistants of in-patient installation. Perception on payment system, development and training program, and the characteristic of individual nurse and assistants are used as independent variables, whereas the performance of individual nurse and staff as its dependent variables. Questionnaire, documentation and direct observation are used as data gathering method. Data analysis correlation test of Pearson Correlation Results: Perception to system of pay, development/training programe and individual characteristic doesn't have relationship to have a meaning (of) with performance. Based on dimension measured; indirect compensation have positive correlation (r : 0,349) with performance. At responsibility dimension to program development/training programe of either leader and also employee correlates low negativity with performance ( r : - 0.296 and - 0,327). At dimension number of trainings which been followed have low positive correlation ( r : 0,312) with service performance of nurse and assistans. Conclusion: Good perception to indirect compensation system and the many trainings which has been followed has had an in with level of attainment of performance with enough category. But this good perception is not supported by situation of work environment which condusive and there is no goal attainment of performance that is clear has reduced service performance of nurse and assistans.

Kata Kunci : Kinerja Perawat,Sistem Penggajian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.