Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dokter di Instalasi Gawat darurat RSU Datu Beru Takengon

EFFENDI, Dr. Sugianto Adisaputro, Sp.S.,M.Kes.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)-

Latar Belakang: RSU Datu Beru Takengon merupakan satu-satunya Rumah Sakit Pemerintah kelas C, dengan kapasitas 65 tempat tidur. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan pasien rujukan baik yang datang sendiri maupun rujukan dari 18 Puskesmas, 73 Puskesmas pembantu dan klinik 24 jam. Masalah dokter yang sering tidak di tempat dan dating terlambat untuk memberikan pelayanan di IGD, ketidakhadiran, keterlambatan, pulang lebih awal dan sering mendelegasikan tugasnya kepada paramedis di IGD, ini menimbulkan dampak yang besar bagi pasien yang akan membutuhkan pelayanan yang sifatnya segera (gawat darurat). Perilaku dokter terhadap kinerja dan pelayanan di IGD sangat diharapkan sekali, kegiatan-kegiatan rutin selama menjalankan tugas harus mampu mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah di tetapkan di Rumah Sakit. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dokter di IGD RSU Datu Beru Takengon dan penyebab pendelegasian tugas kepada paramedis di IGD. Metode Penelitian: Metode Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus tunggal dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan secara ekplanasi, sebanyak 7 orang dokter yang bertugas di IGD, wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian diketahui sebagian besar responden tidak merasa puas selama bekerja di IGD, tidak pernah mendapat kesempatan untuk pengembangan pengetahuan khususnya mengenai IGD, rendahnya insentif yang diterima setiap bulannya selain gaji, dan kurang mentaati waktu/disiplin kerja yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit. Sedangkan hubungan dengan rekan kerja bervariasi antara ada yang dapat kerjasama yang baik ada yang tidak. Kesimpulan : Sebagian besar dokter IGD masih belum berperilaku untuk mematuhi waktu tugasnya sesuai dengan aturan-aturan yang telah di tetapkan di RSU Datu Beru Takengon

Background: Datu Beru Takengon general hospital is the only one C class government hospital with 65 beds. In order to increase health service for society and referral patients who come by their selves or referral from 18 primary health services, 73 supported primary health services and 24 hours clinic surrounded. Problems of doctors that wasn’t in the place and came late for providing service in emergency department, their absence, belatedly, went home earlier, and delegated their duties to paramedics in emergency department causes big impact to patients who needed urgent services. Doctors’ behavior toward their performances and services in emergency department was expected much better and routine activities in providing their duties have to be capable to follow hospitals’ policies. Objectives: The study aimed to get factors that influenced doctor’s behavior in emergency department at Datu Beru Takengon general hospital and reasons of doctors delegated their duties to paramedics in emergency department. Methods: The method of the study was single case study with qualitative approach that presented explanatory. Subject of the study was 7 doctors in emergency department. The study obtained using in-depth interview and observation. Data were analyzed qualitatively. Results: The result of the study showed that most respondents were not satisfied working in emergency department because they never get any opportunities to improve their knowledge, especially in the matter of emergency, low reward they got every months and low discipline. In the matter of cooperation, some of them could work together while some did not. Conclusions: Most doctors in emergency department are not discipline in performing their duties and always delegate their duties to paramedics.

Kata Kunci : Instalasi Gawat Darurat,Perilaku Dokter, doctor’s behavior, emergency department


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.