Evaluasi jejaring eksternal implementasi DOTS di RSD Soreang Kabupaten Bandung
SULAKSANA, Tedy, dr. Adi Utarini, M.Sc.,MPH.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)-Latar Belakang: Dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena penyakit TBC, sejak tahun 1994 Departeman Kesehatan telah mengadopsi strategi DOTS (Direcly Observed Teatment, Shortcource chemotherapy) dalam upaya penanggulangannya yang direkomendasikan oleh WHO. Hasil Kongres Nasional Tuberkolosis Pertama tahun 2005 di Jakarta diketahui bahwa sampai saat ini akselerasi Program Penanggulangan TB dengan strategi DOTS telah mengalami kemajuan, baik cakupan penemuan kasus maupun keberhasilan pengobatan. Sejak 2003 RSD Soreang telah menyepakati penerapan DOTS. Akan tetapi sampai saat ini tingkat drop out masih tinggi. Tujuan: Mengetahui sampai sejauah mana keberhasilan jejaring eksternal antara RSD Soreang dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan Program TB.Paru dengan strategi DOTS Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian di RSD. Soreang Kabupaten Bandung. Subjek penelitian adalah; 1).Direktur Rumah Sakit , koordinator/dokter Spesialis, dokter, perawat, petugas laboratorium, petugas administrasi (RR) Poli DOTS RSD Soreang; 2). Kepala Dinas Kesehatan, Subdin PLP2, Kasie P2; 3). 6 orang Kepala Puskesmas dan 6 orang petugas pengelola TB Puskesmas. Instrumen penelitian menggunakan paduan wawancara Indepth interview, Focus Group Discution (FGD), dan observasi. Hasil:. Jumlah tenaga pelaksana di Poli DOTS RSD Soreang SK Tim DOTS. Kurangnya tenaga wasor TB di Kabupaten untuk melakukan pembinaan dan pemantauan dan belum terlatihnya beberapa Kepala puskesmas yang baru tentang P2 TB Paru. Rumah sakit tidak mempunyai dana khusus untuk kegiatan Poli DOTS. Sarana yang masih kurang adalah OAT anak. Komunikasi antara rumah sakit dengan puskesmas sangat kurang dalam pelaksanaan jejaring eksternal DOTS. Angka konversi penderita TB Paru di Poli DOTS RSD Soreang tahun 2004 - 2005 masih di bawah standar yaitu sebesar 48,8% dan 50,7%% dan angka kesembuhan pada tahun 2004 – 2005 sebesar 72,1% dan 60%. Sedangkan Angka Kesalahan baca petugas laboratorium RSD Soreang tahun 2004 - 2006 sudah baik dengan angka kesalahan 0%, Kesimpulan: Secara umum pelaksanan DOTS di RSD Soreang Kabupaten Bandung sudah berjalan dengan baik. Masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan jejaring eksternal DOTS di RSD Soreang adalah kurangnya komunikasi yang diakibatkan adanya birokrasi
Background: In order to reduce number of TB disease prevalence and deaths, since 1994 Health Department had adopted DOTS (Directly Observed Treatment, Shortcource chemotherapy) strategy. The result of the first national congress of TB in 2005 at Jakarta showed that acceleration handling TB Program using DOTS strategy showed progress, in a matter of case coverage and treatment success. Since 2003, Soreang district hospital has agreed to implement DOTS, but until now, the level of drop out is still high. Objective: The study was aimed to find out the success of external alliance between Soreang district hospital, primary health care, and health service of Bandung district in implementing TBC program using DOTS strategy. Method: This was qualitative study. Location of the study was Soreang district hospital Bandung. Subject of the study were director, coordinator/specialist doctors, doctors, nurses, laborer, administrator in DOTS polyclinic of Soreang district hospital; head of health service, sub health service PLP2, head section of P2; 6 (six) of the head of primary health care, and 6 (six) of TB coordinator in primary health care. The Instrument of the study was In-depth interview guidance, Focus Group Discussion (FGD), and observation. Results: Number of care providers Jumlah staffs in DOTS polyclinic in Soreang district hospital is not adjust to letter of decree of DOTS team. The less number of TB supervisor staffs in Bandung district to build and supervise and entraining head of primary health care regarding P2 TB knowledge. Hospital has no special fund for DOTS polyclinic activities. Communication between hospital and primary health care is less regarding to the implementation of external alliance DOTS. Conversion rate of TB patients in DOTS polyclinic at Soreang district hospital on 2004 - 2005 was under the standard, that is 48,8% and 50,7%%, while healing rate was 72,1% and 60%. A mistake in reading of laborer in Soreang district at 2004 - 2006 was good with 0% number of mistakes. Conclusion: The study concluded that generally the implementation of external alliance DOTS in Soreang district hospital is not working as the guidance. It refers from input, process, and output variables.
Kata Kunci : Penanggulangan Tuberkulosis Paru,Strategi DOTS, Evaluation, External Alliance, hospital DOTS, and qualitative