Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan petugas P2TBC Puskesmas terhadap tatalaksana Standar Pelayanan Tuberkulosis strategi DOTS di Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat
SUGIARTONO, dr. Adi Utarini, M.Sc.,MPH.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Manaj. Rumah Sakit)-Latar belakang: Di Kabupaten Bandung, program penanganan tuberkulosis dengan strategi DOTS baru dilaksanakan tahun 1988. Secara umum pelaksanaannya masih belum mencapai hasil yang diharapkan. Salah satu faktor penyebab adalah rendahnya kepatuhan petugas P2TBC Puskesmas terhadap tatalaksana standar pelayanan tuberkulosis di puskesmas. Salah satu faktor kinerja petugas yang kurang baik adalah cakupan penemuan penderita baru tuberkulosis BTA (+) adalah 59%. tahun 2005. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan petugas puskesmas terhadap standar pelayanan penyakit tuberkulosis dengan strategi DOTS di Kabupaten Bandung. Metode: Rancangan penelitian cross-sectional survey. Untuk mengetahui kepatuhan petugas menggunakan Kuesioner menggunakann skala Likert Sampel penelitian adalah seluruh petugas P2TBC di kabupaten bandung. 92 orang petugas. Analisis, karena variabel penelitian dikotomi maka menggunakan analisis Multivariate Regresi Logistik. Hasil : Adanya hubungan yang signifikan antara factor internal dan eksternal petugas terhadap kepatuhan tatalaksana standar tuberkulosis Secara umum kepatuhan petugas terhadap tatalaksana standar pelayanan tuberculosis masih rendah. Peluang yang paling tinggi terjadi karena adanya pengawasan pembinaan kepala puskesmas, dengan nilai p = 0,014 kemudian diikuti oleh adanya supervisi, nilai p = 0,024 dan sikap petugas yang mendukung, p = 0,029 terhadap kepatuhan tatalaksana standar tuberculosis. Kesimpulan : Secara umum kepatuhan petugas P2TBC puskesmas di kabupaten bandung masih rendah hal ini akibatkan dari sikap petugas yang tidak mendukung, tidak dilakukan supervisi oleh petugas kabupaten dan tidak adanya pengawasan dan pembinaan dari kepala puskesamas.
Background : In Bandung region, Tuberculosis handling program by using DOTS strategy had been done since 1988. Generally this program does not reach desired result yet. One of the factors is less compliment of P2TBC staff to Tuberculosis standard service procedure at general clinic. One of the factors causing low performance of staff is the new invention of Tuberculosis BTA (+) patient about 59 % in 2005. Purpose : Identifying factors concerned with the compliment of general clinic staff to standard service of Tuberculosis disease by DOTS strategy in Bandung region. Method : cross-sectional survey research design. To find staff compliment by using Likert scale questioner. Research sampling is the whole P2TBC staff in Bandung region, 92 staffs. Analysis, because research variable is dikotomi then we use Logistic Regresi Multivariate Analysis. Result : Significant relation between internal and external factor of staff compliment to Tuberculosis standard procedure. Generally, staff compliment of standard service procedure of Tuberculosis is still low. The highest opportunity happens because of monitoring and training by general clinic head, with p = 0,014. Then it is followed by supervision with p = 0,024 and supporting staff attitude with p = 0,029 of standard procedure of Tuberculosis. Conclusion : Generally P2TBC staff compliment at general clinic in Bandung region is still low, it is caused by unsupported staff attitude, no supervision by region staff and there is no monitoring and training by general clinic head.
Kata Kunci : Penanggulangan Tuberkulosis Paru,Strategi DOTS,Kepatuhan Petugas, General clinic staff compliment, DOTS strategy, crosssectional survey