Lingkungan rumah Balita penderita Pneumonia di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Propinsi Jawa Barat
YUNIHASTO, Eko Budi, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,Ph.D.,Sp.A(K)
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar Belakang: Rumah atau tempat tinggal yang buruk (kumuh) dapat mendukung terjadinya penularan penyakit dan gangguan kesehatan, diantaranya adalah infeksi saluran napas, seperti common cold, TBC, influenza, campak, batuk rejan, dan sebagainya. Di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tahun 2006 terdapat 1.127 penderita pneumonia dari 3.901 balita dan kondisi lingkungan rumah di lokasi penelitian masih banyak yang tidak memenuhi syarat kesehatan perumahan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/MENKES/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Tujuan: Mengetahui faktor lingkungan rumah yang dapat menyebabkan terjadinya pneumonia pada balita di Kecamatan Kota Depok Propinsi Jawa Barat Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan antara studi kasus dan kontrol (case control study), sampel penelitian 293 kelompok kasus dan 293 kelompok kontrol yang bertempat tinggal di Kecamatan Kota Depok Propinsi Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan, dan pengukuran. Data dianalisis multivariat model menggunakan analisis regresi logistik. Hasil: Faktor risiko lingkungan fisik rumah yang dapat menyebabkan terjadinya pneumonia balita adalah luas ventilasi < 10% luas lantai dengan nilai OR 5,4, kepadatan penghuni rumah < 10 m2 per orang dengan nilai OR 2,2 dan rumah yang tidak ada lubang asap dapur dengan nilai OR 1,6. Tidak ada faktor risiko sumber pencemaran dalam rumah yang menyebabkan terjadinya pneumonia balita, sedangkan faktor perilaku ibu yang menyebabkan terjadinya pneumonia balita adalah membawa balitanya sering berada di dapur dan frekuensi membersihkan perabotan rumah > 1 minggu sekali. Faktor risiko lingkungan rumah yang paling dominan sebagai penyebab terjadinya pneumonia balita adalah lingkungan fisik rumah pada ventilasi. Kesimpulan: Tingkat risiko lingkungan rumah yang paling dominan dapat terjadi pneumonia balita adalah lingkungan fisik rumah pada. Ventilasi.
Background: Poor house or living environment may cause infection of diseases and health disorders, among other are infection of respiratory tract such as common cold, tuberculosis, influenza, measles, whooping cough and so on. At Subdistrict of Sukmajaya, Depok Municipality 2006 there were 1,127 pneumonia patients from 3,901 children under five. The condition of house environment of the location of this study mostly does not comply with health requirement of housing as decreed by the Ministry of Health No. 824/MENKES/SK/VII/1999 on health requirements of housing. Objective: To identify house environmental factors which ignited the prevalence of pneumonia among children under five at Subdistrict of Sukmajaya, Depok Municipality, Jawa Barat. Method: The study was observational with case control study design. Samples were as many as 293 cases and 293 controls living at Subdistrict of Sukmajaya. Data were obtained through interview, observation and measurement and analyzed with multivariable model using logistic regression. Result: Risk factors of house physical environment which could lead to the prevalence of pneumonia among children under five were width of ventilation < 10% of width of floor with OR 5.4; house population density < 10 M2 per person with OR 2.2; and there was no kitchen smoke hole in the house with OR 1.6. There was no risk factor of source of pollution in the house which could lead to the prevalence of pneumonia among children under five. Factors of mothers' behavior which could cause the prevalence of pneumonia among children under five were high frequency of bringing the children to the kitchen and low frequency of cleaning the house (once in more than a week). The most dominant house environment risk factor of the prevalence of pneumonia among children under five was ventilation physical environment. Conclusion: The most dominant house environment risk factor of the prevalence of pneumonia among children under five was ventilation physical environment.
Kata Kunci : ISPA,Lingkungan Fisik,Pneumonia