Hubungan kecemasan dan partisipasi masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD) di Desa Ngestiharjo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul
WARNININGSIH, Drs. Moh. As'ad, SU
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaPenyakit demam berdarah merupakan penyakit menular yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat sehingga dapat menimbulkan kecemasan di masyarakat terutama di daerah yang menjadi endemis. Untuk mengatasi penyakit demam berdarah diperlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menanggulangi penyakit demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecemasan dalam menghadapi penyakit DBD dengan partisipasi dalam menanggulangi penyakit DBD. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survai explanatory dengan rancangan kasus kontrol (case control) atau retrospektif. Subjek penelitian ini adalah 40 Kepala Keluarga warga Desa Ngestiharjo Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yang anggota keluarga atau dirinya sendiri pernah mengalami penyakit DBD selama kurun waktu Januari sampai dengan Agustus 2006 sebagai kelompok kasus, dan 40 Kepala Keluarga warga desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dengan menggunakan dua macam skala yaitu skala kecemasan dan partisipasi dalam menghadapi penyakit DBD untuk mengetahui tingkat kecemasan dan tingkat partisipasi warga dalam me nghadapi penyakit DBD. Teknik analisis data yang digunakan dala m penelitian ini adalah Teknik Regresi Linier. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecemasan dalam menghadapi penyakit DBD berkorelasi secara negatif dengan partisipasi dalam menanggulangi penyakit DBD (R = -0,640; p<0,01). Semakin tinggi tingkat kecemasan dalam menghadapi penyakit DBD cenderung semakin menurunkan tingkat partisipasi dalam menanggulangi penyakit DBD, R2 = 0,409 menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dalam menghadapi penyakit DBD memberikan sumbangan efektif sebesar 40,9 % terhadap penuruna n partisipasi dalam menanggulangi penyakit DBD. Tingkat kecemasan kelompok kontrol mempengaruhi tingkat partisispasi dalam menghadapi penyakit DBD sebesar 20,9 % (R = -0,457; p < 0,01; R2 = 0,209). Tingkat kecemasan kelompok kasus mempengaruhi tingkat partisipasi menghadapi penyakit DBD sebesar 36,9 % (R = -0,607; p < 0,01; R2 = 0,369). Analisis menggunakan metode kovariansi diperoleh nilai F = 2,748 (p<0,001), R2= 0,436. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan kelompok memberikan sumbangan pengaruh terhadap perbedaan tingkat kecemasan dan partisipasi dalam menghadapi penyakit DBD sebesar 43,6 %. Analisis dengan uji-T menunjukkan ada perbedaan tingkat kecemasan dan partisipasi antara kelompok kontrol dan kelompok kasus. Tingkat kecemasan kelompok kasus lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (t = -3,501; p=0,01) dan jarak perbedaan mean sebesar -4,20. Tingkat partisipasi kelompok kontrol lebih tinggi dari pada kelompok kasus (t = 5,902; p<0,01) dan jarak perbedaan mean sebesar 7,20.
Dengue Hemorhagic Fever (DHF) is a dangerous infectious disease which can cause deaths within short period of time. Therefore it can arouse anxiety among communities especially those living in endemic areas. To overcome DHF needs participation from the communities. The objective of the study was to identify association between anxiety in facing DHF and participation in overcoming DHF This was an explanatory survey which used case control or retrospective design. Subject of the study were 40 heads of families at Ngestiharjo, Subdistrict of Kasihan, District of Bantul who had encountered DHF (on their own or member of family) during January – August 2006 as case group and 40 heads of families at Tamantirto, Kasihan, Bantul as control group. Data were obtained trough questionnaires which used two scales for measuring anxiety in facing DHF and participation in overcoming DHF. Data analysis used linear regression technique. Anxiety in facing DHF had negative association with participation in overcoming DHF (R=-0,640; p<0,01). Higher anxiety in facing DHF tended to reduce level of participation in overcoming DHF (R2=0,409, indicating that anxiety in facing DHF had effective contribution as much as 40,9% in reducing participation in overcoming DHF). Anxiety of control group affected participation in overcoming DHF as much as 36,9% (R=-0,607; p<0,01; R2=0,369). The result of analysis using co-variance method showed F=2,748 (p<0,001) and R2=0,436. This indicated that group difference contributed 43,6% of difference in anxiety and participation in overcoming DHF. The result of analysis using T-test showed that there was difference in the level of anxiety and participation between control group and case group. Case group had higher level of anxiety than control group (t=-3,501; p=0,01) and the mean of difference was -4,20. Level of participation of control group was higher than case group (t=5,902; p<0,01) and the mean of difference was 7,20.
Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Partisipasi Masyarakat,DBD,anxiety, participation, dengue hemmorhagic fever