Laporkan Masalah

Pengaruh pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga terhadap Maya Index dan kepadatan populasi nyamuk Aedes sp pada daerah endemis dan sporadis di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur

PANGADONGAN, Sri Evi New Yearsi, dr. Haripurnomo Kushadiwijaya, MPH.,DrPH

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis (Kesehatan Tropis)

Latar belakang: Insiden demam berdarah dengue (DBD) meningkat secara dramatis, diperkirakan jumlah penderita DBD di Indonesia mulai Januari sampai Mei 2006 sebanyak 64.000 orang, 400 orang diantaranya meninggal dunia. Sampai sekarang penanggulangan DBD masih bertumpu pada keberhasilan pengendalian vektor nyamuk Aedes sp, yakni melalui kegiatan 3M (menguras, menutup dan mengubur). Upaya pencegahan ini dapat dilakukan ibu-ibu di rumah tangga masing-masing. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku. Data tentang kepadatan populasi nyamuk vektor DBD seperti Container Index (CI), House Index (HI), Breteau Index (BI) dan Pupae Index (PI) serta Maya Index (MI) yang menjelaskan risiko potensial untuk perkembangbiakan larva nyamuk berdasarkan Hygiene Risk Index (HRI) dan Breeding Risk Index (BRI), sangat berguna dalam penanggulangan DBD. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan antara MI dan kepadatan populasi nyamuk Aedes sp (HI, BI, CI dan PI) pada daerah endemis dan sporadis di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Metode penelitian: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, besar sampel 520 orang ibu rumah tangga pada daerah endemis (Kelurahan Jawa) dan daerah sporadis (Kelurahan Sungai Kapih) di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pengumpulan data melalui kuesioner dan pemeriksaan kepadatan populasi larva dan pupa nyamuk Aedes sp menggunakan parameter entomologis HI, BI, CI, PI serta MI. Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian: Selain memiliki hubungan yang negatif, variabel pengetahuan, sikap dan perilaku ibu-ibu rumah tangga bermakna secara statistik terhadap HI, BI, CI, PI dan MI (p<0,05). Daerah endemis termasuk daerah berisiko tinggi terhadap penularan penyakit DBD menurut nilai HI (69,62%), CI (17,51%), BI (126,15), demikian juga pada daerah sporadis dengan HI (38,46%), CI (11,77%) dan BI (61,54). Berbeda dengan hasil PI pada daerah sporadis (56,54) yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pada daerah endemis (51,92). Berdasarkan status Maya Index sebagian besar termasuk dalam kategori rendah hingga sedang (BRI 2 dan BRI 3) serta tingkat kebersihan yang baik (HRI 1) untuk ke dua daerah penelitian. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu-ibu rumah tangga dapat mempengaruhi HI, CI, BI, PI dan MI secara signifikan.

Background: The incidences of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) have been increasing dramatically. Number of DHF’s victims since January until May 2006 were 64.000 people, and 400 people among them were dead. Until now, the control of DHF still focus on success to control mosquito Aedes sp as a vector by 3 activity (to drain, to close and to bury). These prevention efforts can be done by housewives at their own home. These effort were influenced by some factor such as knowledge, attitude and behavior. Data about population density of mosquito such as Container Index (CI), House Index (HI), Breteau Index (BI), Pupae Index (PI) and Maya Index (MI) that defined potential risk of mosquito larvae breeding based on Hygiene Risk Index (HRI) and Breeding Risk Index (BRI) very useful to control DHF. Aim of research: This research aimed to know factors that connected with MI and population density of mosquito Aedes sp (HI, BI, CI and PI) on endemic and sporadic region in Samarinda regency, East Kalimantan. Method of research: Observational research with cross sectional construction, number of sample are 520 housewives on endemic (Jawa District) and sporadic region (Sungai Kapih District) in Samarinda regency, East Kalimantan. Data collection used questionnaire and observation of population density larvae and pupae of Aedes sp by entomological parameter HI, BI, CI, PI and MI. Data analysis were used univariate, bivariate and multivariate. Result of research: Beside have negative relationship, variable such as knowledge, attitude and behavior were statistically significant to HI, BI, CI, PI and MI (p<0,05). Endemic region was included into high risk regions of DHF transmission based on HI value (69,62%), CI (17,51%), BI (126,15) and also sporadic region with HI (38,46%), CI (11,77%) and BI (61,54). PI on sporadic region (56,54) higher than endemic region (51,92). Based on Maya Index status, most of them included to low category until average (BRI 2 and BRI 3), and higher cleanliness level (HRI 1) for both research region.

Kata Kunci : Epidemiologi DBD,Pencegahan dan Pemberantasan,Knowledge, attitude and behavior of housewives can influence HI, CI, BI, PI and MI significantly.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.