Laporkan Masalah

Nilai kesepakatan diagnosis dermatitis atopik berdasarkan kriteria Williams dkk :: Kajian antara dokter umum dan dermatologis di Kotamadya Yogyakarta

TRIANDRIYANI, Hapsari, dr. Fajar Waskito, Sp.KK(K).,M.Kes

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin)

Latar Belakang Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit inflamatif kronis, dengan manifestasi klinis yang beragam. Kriteria Williams dkk merupakan kriteria diagnosis DA yang sederhana, dan sampai saat ini kriteria tersebut hanya diketahui oleh kalangan dermatologis. Untuk mengetahui apakah kriteria tersebut dapat diaplikasikan ke komunitas, dokter umum haruslah memahami kriteria tersebut, dan mempunyai kesepakatan yang tinggi dengan dermatologis dalam diagnosis DA. Tujuan Penelitian Mengetahui tingkat kesepakatan diagnosis DA antara dokter umum dan dermatologis berdasarkan kriteria Williams dkk Metode Penelitian ini merupakan uji kesepakatan (agreement) diagnosis DA antara dokter umum dan dermatologis, dengan menghitung nilai kappa. Dokter umum dikenalkan dengan kriteria Williams, kemudian diaplikasikan pada setiap pasien dermatitis yang berobat ke Puskesmas dan bersedia mengikuti penelitian. Setelah itu pasien dirujuk ke dermatologis yang juga mengaplikasikan kriteria Williams dkk tersebut. Peneliti mengamati diagnosis yang dibuat oleh kedua dokter tersebut, dan dihitung nilai kesepakatannya.

Background Atopic dermatitis is a chronic inflammatory skin disease with various clinical manifestations. Williams et al diagnostic criteria for AD is a simple criteria, but up to now the criteria had been applied among dermatologists only. In order to applicate this criteria for diagnosing AD in community, this criteria should be understandable by physicians in primary health cares, and they should have high agreement in diagnosing AD compared to dermatologists. Objective To determine the agreement indeks (kappa) in diagnosisng AD between physicians in primary health cares and dermatologists, using Williams criteria Method Physician was informed about Williams criteria, and they apply the criteria for patients with dermatitis who come to primary health care. After diagnosing the disease, the patient then referred to dermatologist, who use the same criteria to determine whether the patient had AD or not. The diagnosis will be analysed , and the agreement will be measured.

Kata Kunci : Dermatitis Atopik,Kriteria Williams dkk,Indeks Kappa, Williams criteria, atopic dermatitis, agreement index


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.