Laporkan Masalah

Efektivitas terapi kombinasi krim Isotretinoin 0,05 persen dan Asam L-Askorbat 10 persen pada Melasma

MUNIRA, dr. Sunardi Radiono, Sp.KK(K)

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik (Ilmu Kesehatan Kulit Kelamin)

Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi akuisital dengan distribusi simetris berupa makula atau patch dengan warna bervariasi mulai dari coklat muda sampai coklat tua, ireguler di wajah terutama mengenai daerah yang banyak terpajan sinar matahari. Melasma di wajah dapat menimbulkan efek psikologis bagi penderita seperti hambatan dalam berinteraksi sosial, rendahnya rasa percaya diri, kecemasan sampai depresi. Terapi melasma masih merupakan tantangan tersendiri, belum terdapat baku emas dan seringkali terjadi rekurensi. Terapi melasma yang ideal mampu bekerja pada jalur pigmentasi yang berbeda. Selama 2 dekade terakhir terapi konvensional melasma menggunakan formula Kligman atau modifikasinya yang mengandung hidrokuinon dan kortikosteroid semakin meningkat. Namun efek tidak diinginkan (ETD) akibat pemakaian bahan pencerah kulit tersebut juga semakin meningkat Bahan pencerah kulit lain seperti retinoid topikal dan vitamin C terbukti mampu memperbaiki kelainan pigmentasi dengan ETD minimal. Aplikasi krim isotretinoin 0,05% selama 12 minggu efektif menurunkan kerut halus dan kelainan hiperpigmentasi. Asam L-askorbat merupakan bentuk aktif vitamin C dan mampu menghambat aktifitas tirosinase sehingga menghambat produksi melanin dengan menurunnya o-kuinon. Isotretinoin dan asam L-askorbat masing-masing mampu bekerja pada jalur pigmentasi yang berbeda dengan ETD minimal. Penelitian ini merupakan uji klinis tersamar buta ganda dirandomisasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terapi kombinasi krim isotretinoin 0,05% dan asam L-askorbat 10% lebih efektif dibandingkan terapi tunggal krim isotretinoin 0,05% atau krim asam L-askorbat 10% pada melasma. Evaluasi melasma dilakukan pada minggu ke 4, 8 dan 12 menggunakan skor tingkat pigmentasi, skor MASI dan kromameter. Pada analisis statistik, data nomimal dianalisis dengan chi square test, data numerik dengan uji-t. Data numerik untuk 3 kelompok dianalisis dengan ANOVA satu jalan.

Melasma is defined as a common acquired symmetric hypermelanosis characterized by irregular brownish macules and patches involving the sunexposed areas of the skin. Melasma has become a psychologically stressful condition for men and women like impairment in social interaction, low self confidence until depression. Melasma treatment is still a challenge. There is no gold standard and because of the common resistance to treatment and recurrence. The ideal treatments can act on different mechanism to achieve a synergistic effect. In the last 2 decades, conventional therapy for melasma has been used Kligman’s formulas or its modification that consist of hydroquinone and corticosteroid. Other skin lightening agent such as topical retinoids and vitamin C are useful to improve hyperpigmentary disorders with minimal side effects. Isotretinoin 0,05% cream for 12 weeks resulted in a statistically significant improvement to recude fine lines and hyperpigmentary disorders. L-ascorbic acid is an active form of vitamin C. This agent can inhibit tirosinase activity so it can inhibit melanin formation by reducing o-quinone formation. Isotretinoin and Lascorbic acid act on different mechanism to achieve a synergistic effect and have minimal side effects. This trial design is a double blind randomized controlled trial, aimed to know is a cream combination of isotretinoin 0,05% with L-ascorbic acid 10% more effective than isotretinoin 0,05% cream or L-ascorbic acid 10% cream for the treatment of melasma. Clinical evaluation of the response was done at 4, 8 and 12 weeks by using pigmentation grading scores, MASI scores and chromameter. Analitical statistic, for nominal data analyse with chi square test, numerical data with t-test. Numeric data for 3 groups analyse with one way ANOVA.

Kata Kunci : Melasma,Terapi Kombinasi,Isotretinoin Topikal dan Asam L Askorbat, Melasma, topical isotretinoin, topical L-ascorbic acid, randomized controlled trial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.