Perceraian dalam perkawinan di bawah tangan :: Studi kasus di Pengadilan Negeri Kabanjahe
GINTING, Fitria Handayani, Darmini Mawardi, SH.,MS
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa sebahagian besar perkara perceraian adalah mereka yang melakukan perkawinan di bawah tangan ( secara Adat dan Agama tanpa dicatatkan). Pada dasarnya tesis ini merupakan upaya untuk memahami tentang Pengadilan (Hakim) di Indonesia khususnya di lokasi penelitian mengenai pertimbangan Hakim tentang bagaimana keabsahan suatu perkawinan di bawah tangan dan putusnya perkawinan dengan jalan Perceraian serta untuk mengetahui apakah surat penetapan atau keputusan Hakim tentang sahnya perkawinan dapat mengantikan akta perkawinan dan prosedur perceraian dari perkawinan di bawah tangan dalam kaitannya dengan perceraian yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan. Penelitian ini merupakan studi kasus sehingga bersifat Juridis Normatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari dokumen berupa: Peraturan Perundangan, Putusan Hakim, dan peraturanperaturan lain yang berhubungan dengan objek penelitian dan dilengkapi dengan data primer yang diperoleh dari lapangan sebagai pelengkap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) kebiasaan, adat istiadat, dan nilainilai hukum yang hidup dalam masyarakat, status dan kepentingan anak-anak yang lahir, serta surat keterangan perkawinan dari Kepala Desa setempat merupakan pertimbangan Hakim dalam mengesahkan perkawinan secara Adat. 2) Perkawinan secara Agama telah memenuhi Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan pencatatan perkawinan bersifat administratif. 3) Surat penetapan sahnya perkawinan oleh Hakim berfungsi untuk memperoleh Akta Perkawinan. Proses perceraian perkawinan di bawah Tangan sama dengan perceraian dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
This research was done by basing on a fact that most of divorce disputes came from persons with underhand marriages (those who married by religion and tradition without legal registration). Basically, this thesis is an effort to understand the court (judge) of Indonesia, especially in research area concerning the judge consideration on how legality of underhand marriages and divorce and specification letter of judge on marriage legality to represent a made marriage certificate based on registration of marriage and divorce procedure of the underhand marriages in relation to divorce regulated by Law Number 1 of 1974 on marriage. This research is a case study so that it is juridical-normative. Data used in this research were secondary data derived from documents, such as, rules, judge decision, and other rules related to research objects and completed with primary data as complement derived from field. Results of research indicated that1) policy, traditions, and law values in community, status and interest of born children, and marriage clearance of the local village leader, were the judge considerations in legalizing a traditionally marriage;2) religiously marriage had met Article 2, Paragraph 1, Law Number 1 of 1974 on marriage and registration, administrative;3) specification letter of marriage legality from the judge functioning to obtain marriage certificate. Underhand marriage divorce process is similar to divorce according to Law Number 1 of 1974 on marriage.
Kata Kunci : Hukum Perkawinan,Perkawinan Dibawah Tangan,Perceraian,Pertimbangan Hakim,law consideration, marriage certificate, and divorce