Pertanggungjawaban pidana Notaris terhadap Akta-akta yang dibuatnya
JAYO, Jujunan Putra, Isharyanto, SH.,MH
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban pidana dan perbuatan-perbuatan apa saja yang dapat dikenakan sanksi pidana terhadap notaris terkait dengan akta-akta yang dibuatnya serta hambatanhambatan yang ditemui dalam kerangka pertanggungjawaban pidana notaris tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu dengan menggunakan bahan kepustakaan sebagai pendukung utama dan ditunjang/dilengkapi dengan penelitian lapangan. Data primer dalam penelitian lapangan didapatkan dengan jalan wawancara terhadap nara sumber yang berkaitan dengan kasus-kasus pidana notaris. Data sekunder didapatkan dengan mempelajari berkas-berkas perkara di kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri, di wilayah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap notaris terkait dengan akta-akta yang dibuatnya harus berupa unsur kesengajaan, bukan unsur kealpaan. Perbuatan-perbuatan pidana yang dapat dikenakan terhadap notaris apabila ia melakukan pemalsuan surat, membuka rahasia jabatan dan penggelapan berkaitan denganh profesinya sebagai notaris. Hambatan-hambatan yang ditemui dalam menerapkan sanksi pidana terhadap notaris yang berasal dari pihak kepolisian adalah berupa kurangnya kapasitas ilmu dan terhambatnya langkah mereka dengan terbitnya/keluarnya Undang-undang Jabatan Notaris yang baru. Dari pihak majelis pengawas notaris berupa kurangya fasilitas tempat dan anggaran, sedangkan dari pihak pemerintah berupa kurang seriusnya dalam menyediakan fasilitas tempat dan anggaran tersebut.
This research aimed to study criminal responsibility and what actions than can get criminal sanction for notaries related to deeds they make and obstacles found in applying criminal responsibility of the notary. This research was normative juridical research using literary matters as main supporting data and completed with field study. Primary data in field study was obtained by interview of informants related to notary criminal cases. Secondary data was obtained by studying case files in police, attorney office, and Lower Court, in Sleman regency and city of Yogyakarta. Result of the research indicated that criminal responsibility of notary in relation to deeds they make should fulfill deliberateness element, not neglect element. Criminal punishment can be brought to notaries when they do letter counterfeiting, open position secret and do embezzlement in relation to their profession as notary. Obstacles found in applying criminal sanction against notaries in police side was less capacity of knowledge and establishment of new Act on Notary Position. In addition, for Notary Monitoring Committee, the obstacles included less place facility and budget, while in government side, the obstacles was less serious government effort in providing place and budget.
Kata Kunci : Notaris,Tanggungjawab Pidana,Akta, Criminal Responsibility, Notary, Deeds