Laporkan Masalah

Upaya penyelesaian kredit akibat terjadinya keadaan memaksa (Overmacht) pada perjanjian kredit pemilikan rumah di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Yogyakarta

HADIYANTO, Yayan, Taufiq El Rahman, SH.,MH

2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penyelesaian kredit akibat terjadinya keadaan memaksa (overmacht) pada perjanjian kredit pemilikan rumah di PT Bank Mandiri (persero) Tbk, cabang Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis atau empiris karena menitikberatkan pada penelitian lapangan. Data diperoleh dengan diawali meneliti studi bahan hukum sekunder dan tersier, kemudian dilanjutkan penelitian data primer di lapangan. dan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam Perjanjian Kredit Pemilikan Graha Mandiri tidak diatur secara tegas mengenai upaya penyelesaian kredit akibat terjadinya keadaan memaksa (overmacht), walaupun memang, di dalam Syarat-syarat Umum Perjanjian Kredit PT Bank mandiri (persero) Tbk. terdapat statement dan atau ketentuan mengenai kewajiban para debitur untuk menutup asuransi atas barang-barang yang dijadikan sebagai agunan, namun asuransi yang diwajibkan belumlah memberikan solusi yang baik dan tepat, karena hanya terdiri dari asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, tidak termasuk di dalamnya asuransi akibat bencana alam seperti gempa bumi. Bank Indonesia, melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/10/PBI/2006 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit Bank Pasca Bencana Alam Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Daerah Sekitarnya Di Propinsi Jawa Tengah, memberikan jawaban dan sekaligus kebijakan yang “memayungi” untuk dilakukannya perlakuan khusus terhadap para debitur yang terkena imbas bencana alam gempa bumi Yogyakarta, 27 Mei 2006. Upaya yang dilakukan Bank Mandiri melalui restrukturisasi adalah dengan menerapkan mekanisme rescheduling atau penjadwalan kembali atas kredit debitur-debitur yang terkena imbas bencana alam gempa bumi. Namun restruktrurisasi ini belum dapat dikatakan sebagai upaya penyelesaian kredit yang menguntungkan semua pihak

This research has achievement to find out the way to solve the credit which happened in unpredictable condition (overmacht) on credit alliance of property PT Mandiri Bank (persero) Tbk, Yogyakarta branch. The method of this research is juridisch sosioligic or empirical, because its pointed to area research. The data was got by secondary study at law continued with primary research of data and finally analizing using descriptif qualitative method. On this Graha Mandiri property alliance credit, is not ruled clearly as for the way to solve the credit in conclusion unpredictable condition, eventhough, we could find the clause on that alliance which give the statement or rule concerning for debt obligation to close their insurance over their things who have been pawned, unfortunately that kind of insurance is not enough to give the best solution because its just contains for life insurance and burn of fire insurance, insurance for calamity such as earthquake is not include. Bank of Indonesia, on their regulation number 8/10/PBI/2006 as to Special Treatment For The Credit of Bank After Disaster at Yogyakarta and Round About in Central Java province, giving the solution and also policy who give the best reserve for debt which had been felt the effect from earthquake, Yogyakarta, at May 27th 2006. this solution have been done by Mandiri Bank with rebuilding the mechanism and rescheduling back the credit from the debt who is victim of disaster. Eventually, this method is not enough to finish all the problem and give an ending advantage for all side people

Kata Kunci : Hukum Perjanjian,Kredit Bermasalah,Restrukturisasi Kredit, Unpredictable condition (overmacht), credit rebuilding


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.