Analisis Yuridis terhadap Merger Perusahaan dan Peranan Notaris
SALMAWATI, Andi, Djoko Sukisno, SH.,CN
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: (i) merger berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia; (ii) akibat-akibat hukum yang ditimbulkan dari merger; dan (iii) peranan Notaris dalam pelaksanaan merger. Data primer dan data sekunder diperoleh melalui wawancara dan penelusuran literatur dan/atau kepustakaan yang selanjutnya dianalisis dengan mengunakan analisis kualitatif-deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (i) merger di Indonesia harus sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undangundang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas beserta peraturan peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999; (ii) akibat hukum yang timbul dalam merger berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indnesia dapat meliputi akibat-akibat hukum terhadap status hukum perusahaan yang menggabungkan diri; status hukum karyawan, direksi dan komisaris, baik bagi perseroan yang menggabungkan diri maupun yang menerima penggabungan dan status hukum atas asset-aset yang dimiliki oleh perseroan yang menggabungkan diri; (iii) dalam pelaksanaan merger, peranan Notaris mutlak diperlukan, bahkan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan terbatas dan peraturan pelaksanaannya. Akta merger harus dibuat secara otentik oleh Notaris. Adapun peranan Notaris dalam merger dimulai sejak proses persiapan merger, pada saat pelaksanaan merger dan tahap setelah merger.
The research characterized by qualitative descriptive methods through empirical juridical approach. The research objectives were to analyze: (i) merging based on legal rules which ruled in Indonesia; (ii) emerging legal consequences on merging; (iii) notary roles in merging. Primary and secondary data was obtained by interviews and literatures and/or references searching. Furthermore, the literatures would be analyzed by descriptive qualitative analysis. The results were (i) implementing merger in Indonesia should be consistent with requirements that ruled upon No.1/1995 Acts about incorporation as well as implementing rules that is No.27/1998 and No. 29/1999 Regulations; (ii) law consequences obtained from implementing merger based on law requirements in which ruled in Indonesia could be involved status in law of enterprises that offered themselves; of creditor and debtor by incorporation that offered themselves; of employees, directors and commissaries, both from incorporations that offered themselves to the merger and that received the merger offering; and of incorporation assets that offered themselves to the merger; (iii) in the merger implementing, notary roles were absolute necessarily, even though based on No.1/1995 Acts about incorporation and their implementing rules, Merger certificate should be completed by notary authentically. They were notary roles within implementing merger initially through preliminary implementation, and post implementation stages.
Kata Kunci : Notaris,Merger Perusahaan, enterprises merger, notary role